Berdasarkan buku Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca, Saidal Siburian, M.M., M.Mar. (2020), pengertian pencemaran udara atau polisi udara adalah suatu keadaan di mana terdapat substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi (atmosfer) yang jumlahnya membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya.
Pencemaran udara digolongkan menjadi dua hal, yakni pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah zat pencemar yang timbul secara langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon dioksida (CO2) ialah contoh dari pencemar primer sebab hasil dari pembakaran.
Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk karena reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon di dalam kabut fotokimia ialah sebuah contoh pencemaran udara sekunder.
Sumber bahan pencemar primer dapat dibagi menjadi dua golongan besar. Berikut penjelasannya.
1. Sumber Alamiah (Natural Sources)
Beberapa kegiatan alam yang bisa menyebabkan pencemaran udara adalah aktivitas gunung berapi, kebakaran hutan, kegiatan mikroorganisme, dan lain-lain. Bahan pencemar yang dihasilkan umumnya adalah asap, gas-gas, dan debu.
2. Sumber Buatan Manusia (Anthropogenic Sources)
Kegiatan manusia yang menghasilkan bahan-bahan pencemar diantaranya adalah pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).
Pencemaran udara tidak bisa dihentikan 100%. Meski begitu, ada langkah nyata yang bisa dilakukan manusia guna mencegah atau mengurangi terjadinya pencemaran udara. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama saat jam lalu lintas sedang sibuk.
Meningkatkan penggunaan moda transportasi umum seperti bus dan kereta api.
Menanam pohon di lingkungan sekitar.
Kontrol emisi kendaraan yang dimiliki.
Mengelola limbah rumahan dengan memilah-milah sampah yang dapat di daur ulang dan tidak.
Lebih banyak menggunakan energi terbarukan seperti matahari atau angin.
Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Mendesain rumah dengan sistem sirkulasi udara yang baik guna mengatasi efek pencemaran udara yang telah masif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar