Oct 16th 2023, 06:02, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Demonstran mengikuti aksi solidaritas dengan Palestina, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di London, Inggris, Sabtu (14/10/2023). Foto: Toby Melville/REUTERS
Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (13/10). Hal itu disebabkan oleh memburuknya data sentimen konsumen dan meningkatnya konflik Timur Tengah antara Hamas-Israel.
Mengutip Reuters, Senin (16/10) S&P 500 (.SPX) turun 0,50 persen menjadi 4.327,78, Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,23 persen menjadi 13.407,23. Sementara Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik tipis 0,12 persen menjadi 33.670,29.
"Investor selalu memantau konflik yang terjadi di Timur Tengah," tulis laporan tersebut.
Pada Jumat lalu, Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan di Jalur Gaza. Ini merupakan pengumuman pertama mengenai operasi darat yang ditujukan terhadap pejuang Hamas setelah serangan mematikan di Israel.
Meningkatnya konflik Hamas-Israel itu menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) alias US Treasury naik karena investor mencari aset yang lebih aman. Sementara harga minyak AS melonjak 5,8 persen.
Ekonom sekaligus Ahli Strategi Portofolio New York Life Investments, Lauren Goodwin mengatakan pergerakan obligasi, ekuitas dan minyak mencerminkan kekhawatiran terhadap memburuknya sentimen konsumen, ekonomi global dan konflik geopolitik.
"Pada tahap siklus ekonomi ini, ketika data bagus namun diperkirakan akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan," kata Goodwin.
Secara kumulatif, dalam S&P 500 mencatat kenaikan 0,45 persen untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Nasdaq turun 0,18 persen, dan Dow naik 0,79 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar