Search This Blog

Panglima soal Oknum Paspampres Aniaya Warga hingga Tewas: Tidak Ada Impunitas

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Panglima soal Oknum Paspampres Aniaya Warga hingga Tewas: Tidak Ada Impunitas
Sep 1st 2023, 10:29, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT ASEAN ke-43 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/9).   Foto: Jonathan Devin/kumparan
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT ASEAN ke-43 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/9). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, memastikan akan memproses hukum secara tuntas anggota Paspampres, Praka Riswandi Manik dan 2 oknum TNI lainnya yang diduga menculik dan menganiaya seseorang warga Aceh, Imam Masykur, hingga tewas.

"Ya, ini kan masih proses penyidikan, yang jelas tidak ada impunitas," ujar Yudo di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/9).

Yudo mengaku tak memberi ampun kepada anggota TNI yang sudah bertindak kriminal. Ia mengaku juga segala proses hukum yang dilakukan terhadap Praka Riswandi dkk itu akan dilakukan secara transparan.

"Kita sudah terbuka, silakan di-update, diawasi semuanya, tidak ada TNI yang ditutup-tutupi," ucap Yudo.

"Kalau memang kriminal itu adalah oknum. Itu adalah oknum," imbuhnya.

Tiga anggota TNI tersangka penculikan Imam Masykur hingga tewas, dari kiri ke kanan: Praka J, Praka Riswandi Manik, Praka HS Foto: TNI AD
Tiga anggota TNI tersangka penculikan Imam Masykur hingga tewas, dari kiri ke kanan: Praka J, Praka Riswandi Manik, Praka HS Foto: TNI AD

Dalam kasus ini, oknum Paspampres bernama Praka Riswandi Manik bersama dua anggota TNI lainnya, yaitu anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat, Praka HS, dan anggota Kodam Iskandar Muda, Praka J, bekerja sama menculik dan menganiaya seorang warga Aceh bernama Imam Masykur (25). Akibat kejadian ini, Imam tewas.

Awalnya, Imam diculik saat berada di sebuah toko di Jakarta pada Sabtu (12/8) lalu. Ia yang disebut terlibat penjualan obat ilegal itu diminta memberikan uang Rp 50 juta kepada pelaku agar bisa dibebaskan. Namun karena permintaan itu tak dipenuhi, Imam dianiaya hingga tewas.

Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, sebelumnya mengungkapkan ketiga pelaku sempat mengaku sebagai polisi saat menculik Imam. Setelah Imam tewas, Praka Riswandi dan dua temannya membuang jasad Imam dari atas jembatan waduk di Purwakarta, Jawa Barat.

"Dia dibuang di waduk, di jembatan Waduk Purwakarta. Kemudian hanyut, tanggal 15 [Agustus] ketemu di sungai di daerah Karawang," terang Irsyad.

"Nah, pria tidak dikenal ini [jenazah korban] diamankan kepolisian dibawa ke RSUD. Tanggal 15 ketemunya, tiga hari itu dia di sungai. Tanggal 23 [Agustus] kita baru ambil jenazah itu," sambungnya.

Media files:
01h978eeb2465yd24yp8y4txm0.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar