Sep 15th 2023, 20:16, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan 10 pengusaha China di Fujian, Jumat (15/9/2023). Foto: Dok. BPMI Setwapres
Pengusaha China di Fujian mengungkapkan keinginannya untuk investasi produk halal di Indonesia, baik untuk industri makanan maupun kesehatan. CEO of Yushuo Food. Ltd. Weng Senlin, mengungkapkan perusahaannya telah berhasil meneliti produk daging beku berkualitas yang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar produk halal.
"Kami berkomitmen untuk mendapatkan sertifikasi halal dan telah mengumpulkan pengalaman yang kuat untuk menciptakan produk-produk halal berkualitas tinggi," kata Weng dalam pertemuan dengan Wapres Ma'ruf Amin, Jumat (15/9).
Sementara President of Health and Medical Exchange Cooperation Committee (HMECC), Yang Guanglin, mengungkapkan perusahaannya telah memulai kerja sama dengan negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia dalam investasi di sektor kesehatan. Perusahaannya siap berinvestasi senilai USD 30 juta di Jawa Timur.
"Kami ingin berinvestasi terutama di bidang obat-obatan, kemudian alat kesehatan, karena kami memiliki pengalaman penelitian yang sangat mumpuni. Kami ingin berinvestasi di Sidoarjo pada bidang alat kesehatan, herbal, dan peralatan regenerasi," paparnya.
Mendengar itu, Ma'ruf Amin memastikan pemerintah Indonesia membuka lebar peluang investasi di sektor halal.
"Indonesia membuka lebar-lebar investasi di sektor halal, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor ke negara lain," ungkap Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan, pangsa pasar produk halal dunia saat ini sangat besar, termasuk di Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang mencapai sekitar 230 juta jiwa.
"Oleh karena itu, Indonesia sangat memberikan kesempatan untuk berinvestasi di sektor halal," ujarnya.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan 10 pengusaha China di Fujian, Jumat (15/9/2023). Foto: Dok. BPMI Setwapres
Ia juga menyebut, pada tahun-tahun ke depan pemerintah memang akan mewajibkan produk-produk halal yang beredar di Indonesia harus memiliki sertifikat halal. Namun, ia meminta para investor tidak khawatir karena Indonesia memiliki badan sertifikasi halal yang terpercaya.
"Untuk pemberian sertifikat halal, Indonesia memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berwenang memberikan label bersertifikat halal bagi produk yang sudah ditetapkan halalnya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelas Ma'ruf.
"Atau melalui lembaga sertifikasi yang ada di luar negeri seperti di Shanghai yang menjadi representasi dari badan penjamin produk halal Indonesia," lanjutnya.
Selain BPJPH, Ma'ruf mengatakan Indonesia juga memiliki Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) yang merupakan lembaga audit produk halal yang berpengalaman, terpercaya, dan berskala internasional. Bahkan, standar halal yang dipakai LPPOM MUI telah memperoleh pengakuan di berbagai negara dan juga telah memiliki kantor cabang di luar negeri, termasuk di Shanghai.
"Saya berharap kerja sama antara perusahaan, BPJPH, dan LPPOM MUI dapat dibangun dalam rangka mendiseminasikan sistem penjaminan halal yang berkualitas dan memberikan manfaat dan saling membutuhkan untuk Indonesia dan Tiongkok," tutur Ma'ruf.
Untuk mendorong investasi perusahaan China di Indonesia, Ma'ruf menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong kemudahan perizinan, memberikan insentif fiskal, dan berencana membentuk tim gabungan antara China dan Indonesia untuk mendukung dan memonitor berbagai rencana investasi yang ada.
"Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong koordinasi internal untuk memperlancar fasilitas investasi perusahaan Tiongkok melalui pembentukan kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga khusus untuk program Two Countries Twin Parks (TCTP). Dengan demikian hambatan- hambatan yang mungkin terjadi dapat teratasi dan terselesaikan dengan cepat," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar