Aug 25th 2023, 18:29, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Ilustrasi Kereta KAI. Foto: KAI
Keselamatan dalam perjalanan kereta api adalah aspek yang tak boleh diabaikan. Menjaga kebersihan jalur kereta api menjadi langkah krusial dalam memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi penumpang serta kru kereta.
Berbagai langkah antisipatif dilakukan KAI untuk meminimalisasi gangguan terhadap perjalanan kereta api seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"KAI berkomitmen untuk terus siaga dan melakukan sterilisasi jalur agar perjalanan kereta api di seluruh area kerja KAI senantiasa lancar dan selamat," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.
Upaya antisipasi yang dilakukan KAI di antaranya dengan menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawan, menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di berbagai stasiun yang berdekatan dengan daerah rawan.
Serta sterilisasi jalur rel dan sekitarnya dari sampah atau benda-benda tidak layak dan dianggap dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Sejumlah warga dan petugas melihat kondisi tanah longsor di jalur rel Kereta Api (KA) Pangrango lintas Bogor-Sukabumi di Kelurahan Empang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
Dalam menghadapi musim hujan, KAI semakin meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah operasionalnya. Salah satu aspek yang mendapat perhatian serius adalah normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api.
"Normalisasi saluran air tidak hanya berfungsi untuk menjaga kelancaran perjalanan kereta api, tetapi juga melindungi infrastruktur dan lingkungan sekitarnya," ungkap Joni.
Normalisasi saluran air adalah rangkaian tindakan untuk memastikan aliran air dapat dikelola dengan baik dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini tidak hanya dilakukan saat menjelang atau dalam musim penghujan saja, namun rutin dilakukan secara berkala, sehingga ketika tiba saatnya musim penghujan, jalur sudah aman.
Normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api memiliki beberapa manfaat seperti:
Mencegah banjir
Kereta api jarak jauh mulai bisa melewati lajur kereta yang terdampak banjir di antara Stasiun Kedunggedeh dan Lemah Abang. Foto: Dok. KAI
Normalisasi saluran air membantu mencegah terjadinya banjir yang dapat menggenangi jalur kereta api. Air yang terkendali akan dialirkan dengan baik, mengurangi risiko gangguan perjalanan dan kerusakan infrastruktur.
Mengurangi erosi
Air yang tidak terkendali selama musim hujan dapat menyebabkan erosi tanah di sekitar jalur kereta api. Normalisasi saluran air ini dilakukan dengan menambahkan struktur penahan seperti material yang dapat mengurangi dampak erosi.
Pemeliharaan infrastruktur
VP Public Relations KAI Joni Martinus di Loko Coffee Shop Bandung, Senin (6/3/2023). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
Saluran air yang terawat dengan baik juga melindungi infrastruktur jalur kereta api dari kerusakan. Air yang menggenangi jalur dapat merusak rel, jembatan, dan lainnya.
Normalisasi saluran air ini merupakan langkah penting dalam mengantisipasi dampak musim hujan. Upaya ini tidak hanya melindungi operasional kereta api, tetapi juga lingkungan sekitar.
"Selain dengan normalisasi, dalam menjaga kebersihan jalur kereta api kami rutin melakukan pengecekan secara langsung baik dengan jalan kaki maupun menggunakan lori dresin, bahkan para kepala daerah operasi dan divisi regional terjun ke lapangan untuk dapat melakukan perbaikan dengan segera jika menemukan masalah," jelas Joni.
Lebih lanjut, Joni mengatakan, bisnis transportasi pada hakikatnya adalah bisnis keselamatan dan pelayanan, sehingga upaya KAI untuk memitigasi gangguan di musim-musim yang tidak dapat diprediksi ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api untuk mendukung konektivitas sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar