Mar 23rd 2023, 19:14, by Fitra Andrianto, kumparanNEWS
Narapidana penjara La Esperanza menghapus grafiti yang terkait dengan geng Mara Salvatrucha di San Martin, El Salvador pada Rabu (22/3). Foto: Marvin Recinos/AFPKegiatan tersebut digelar selama operasi untuk memulihkan lingkungan yang dikuasai geng Setahun yang lalu. Foto: Marvin Recinos/AFPSelama melakukan penghapusan, tahanan tersebut dikawal oleh penjaga bersenjata lengkap. Foto: Marvin Recinos/AFPGelombang pembunuhan di El Salvador meningkat drastis. Foto: Marvin Recinos/AFPUntuk mengantisipasinya, Presiden Nayib Bukeke memulai "perang" melawan geng dengan menjebloskan lebih dari 65 ribu orang ke penjara. Foto: Marvin Recinos/AFPTindakan itu dilakukan untuk memulihkan ketenangan bagi penduduk. Foto: Marvin Recinos/AFP
Narapidana penjara La Esperanza menghapus grafiti yang terkait dengan geng Mara Salvatrucha di San Martin, El Salvador pada Rabu (22/3).
Kegiatan tersebut digelar selama operasi untuk memulihkan lingkungan yang dikuasai geng Setahun yang lalu. Selama melakukan penghapusan, tahanan tersebut dikawal oleh penjaga bersenjata lengkap.
Gelombang pembunuhan di El Salvador meningkat drastis. Untuk mengantisipasinya, Presiden Nayib Bukeke memulai "perang" melawan geng dengan menjebloskan lebih dari 65 ribu orang ke penjara.
Tindakan itu dilakukan untuk memulihkan ketenangan bagi penduduk. Namun aksi tersebut mendapat kritik dari organisasi hak asasi manusia.
Narapidana penjara La Esperanza menghapus grafiti yang terkait dengan geng Mara Salvatrucha di San Martin, El Salvador pada Rabu (22/3/2023). Foto: Marvin Recinos/AFP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar