Jan 15th 2023, 19:03, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi Jelaskan Kedudukan Profesi Guru dalam Islam. Sumber: Unsplashcom/Husniati Salma
Jelaskan kedudukan profesi guru dalam Islam! Ketika mendapati perintah untuk menguraikan kedudukan profesi guru dalam Islam, kita perlu memahami terlebih dahulu maksud dari profesi guru terlebih dahulu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Makna mengajar di sini cukup luas. Pasalnya, guru adalah profesi yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan calon penerus bangsa.
Selain itu, profesi guru tidak hanya sebagai pengajar di dalam kelas. Guru juga menjadi pembimbing bahkan teman untuk mendampingi tumbuh kembang serta proses belajar siswanya.
Islam sebagai agama yang mengajarkan untuk menuntut ilmu pun memiliki penjelasan tentang kedudukan profesi guru. Seperti apa kedudukan profesi guru dalam Islam? Simak informasi selengkapnya di sini.
Pada uraian di atas, kita telah mengetahui bahwa guru adalah profesi yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pendidikan calon penerus bangsa. Berdasarkan uraian tersebut, kita dapat memahami bahwa secara umum, profesi guru memiliki peran penting.
Ternyata, hal tersebut juga sama dengan kedudukan profesi guru dalam Islam. Bahkan, profesi guru dalam agama Islam memiliki kedudukan yang mulia. Umar (2019: 46) dalam bukunya yang berjudul Pengantar Profesi Keguruan pun menjelaskan bahwa wajar bila guru dapat dipersepsikan sebagai orang yang 'adhim (Agung).
Kondisi tersebut dipahami sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap dedikasi mereka yang menyandang profesi guru. Selain itu, Umar pun mengungkapkan bahwa sebenarnya, tingginya kedudukan guru dalam Islam adalah realisasi ajaran Islam itu sendiri, yaitu memuliakan pengetahuan.
Demikian, dapat dipahami bahwa menghormati guru adalah perbuatan yang baik. Adapun cara menghormati guru menurut Az-Zarnuji dalam Arifin (2018: 199) pada buku yang berjudul Pemikiran Emas Para Tokoh Pendidikan Islam, yaitu:
Tidak berjalan di depan gurunya,
Tidak duduk di tempatnya, dan
Tidak memulai pembicaraan padanya, kecuali dengan izinnya.
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran hanya milik Allah SWT, sedangkan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Semoga kita menjadi umat Islam yang dapat memuliakan guru serta senantiasa menuntut ilmu di jalan yang Allah SWT ridai. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (AA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar