Dec 10th 2022, 16:36, by Nisrina Nakhlatul Azizah, kumparanNEWS
Pemandangan menunjukkan Pantai Laguna Navarro, yang mengering akibat fenomena iklim La Nina, di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/ReutersTanaman gandum mengering akibat fenomena iklim La Nina, di sebuah peternakan di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/ReutersPetani Ignacio Bastanchuri (65) melewati seekor sapi yang mati akibat kekeringan akibat fenomena iklim La Nina, di sebuah peternakan di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/ReutersSebuah chaja mengepakkan sayapnya di laguna Navarro, yang mengering akibat fenomena iklim La Nina, di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/ReutersSeekor tero meminum air dari genangan di pantai Laguna Navarro, yang mengering akibat fenomena iklim La Nina, di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/ReutersPemandangan menunjukkan tanaman gandum yang mengering akibat fenomena iklim La Nina, di sebuah peternakan di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/Reuters
Pemandangan menunjukkan Pantai Laguna Navarro, yang mengalami kekeringan akibat fenomena iklim La Nina, di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12).
Navarro merupakan salah satu dari sejumlah kota di provinsi penghasil pangan Buenos Aires yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Kekeringan ini mengancam lahan pertanian gandum, jagung, dan kedelai yang merupakan tanaman utama di sekitar kota Navarro.
Kekeringan berkepanjangan tersebut terjadi akibat curah hujan yang terbatas karena fenomena iklim La Nina.
Kerangka ikan terlihat di laguna Navarro, yang mengering akibat fenomena iklim La Nina, di Navarro, provinsi Buenos Aires, Argentina, Senin (5/12/2022). Foto: Agustin Marcarian/Reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar