Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah, dan Dirut RS Islam Cempaka Putih menyampaikan keterangan pers terkait korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Sejumlah korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara masih menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dirut RSI Cempaka Putih, dr Pradono Handojo, mengatakan ada 14 orang yang masih menjalani rawat inap.
"Sampai saat ini tadi jam 9 IGD kembali clear karena tidak ada lagi pasien di IGD yang merupakan pasien korban dari SMAN 72," kata Pradono saat jumpa pers di RSI Cempaka Putih, Sabtu (8//1).
"Saat ini pasien yang pulang ada 29 dan di rawat inap 14 orang dan pagi ini di visit bapak Jenderal [Kapolri] untuk melihat," sambungnya.
Suasana pukul 20.06 WIB usai terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Pradono mengatakan ada 2/3 korban yang mengalami gangguan pendengaran. Lebih lanjut, ia mengatakan setelah pemulihan jasmani, dibutuhkan konseling psikologi untuk para korban.
"Seperti yang dikatakan representative KPAI kami merasa pemulihan secara jasmani akan cepat, kecuali pendengaran yang 2/3 mengalami gangguan pendengaran," ujarnya.
"Setelah jasmani normal pulih, yang difokuskan konseling psikologi dan pencegahan agar hal ini tidak terjadi kembali," tandasnya.
Sejumlah korban ledakan di SMA 72 Jakarta mendapatkan perawatan di IGD RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Suasana pasca-ledakan di SMAN 72 Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku prihatin atas insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) kemarin.
Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, mengatakan ada beberapa hal yang diminta pihaknya untuk diperhatikan.
"Yang pertama fokus kepada layanan kesehatan kepada anak-anak yang jadi korban, yang jadi luka di semua tempat, yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak Kapolri," kata Margaret di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11).
"Tentu pemulihan ini sifatnya bukan sekadar fisik, karena beberapa tadi mengalami gangguan pendengaran, mungkin juga harus sampai tuntas ya," tambahnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah, dan Dirut RS Islam Cempaka Putih menyampaikan keterangan pers terkait korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Margaret menyinggung soal lingkungan sekolah yang harus bisa menjadi tempat aman dan nyaman. Tentunya hal ini membutuhkan upaya layanan keamanan yang memadai.
Margaret juga mengatakan pengawasan barang-barang yang dibawa anak-anak ke sekolah harus menjadi atensi bersama.
"Kita semua tentu berharap lingkungan satuan pendidikan itu bisa menjadi tempat aman, nyaman, menjadi perlindungan dan tempat belajar anak-anak yang tentu ini membutuhkan upaya sistem keamanan, sistem perlindungan dan juga mungkin deteksi, termasuk pengawasan barang-barang yang dibawa anak-anak di sekolah ini tentu menjadi atensi bersama," ucap dia.
"Karena dari hasil pengawasan, ternyata ada dugaan bahwa ada pengaruh konten di medsos," sambungnya.
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam Masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Foto: Naufal Khoirulloh/ANTARA FOTO
Ia berharap Komdigi bisa memperketat konten-konten negatif supaya bisa memberikan perlindungan ke anak-anak.
"Saya kira ini perlu menjadi atensi, terutama komdigi mungkin butuh ada upaya sistem perlindungan yang lebih ketat lagi terkait dengan konten-konten negatif apa pun itu bentuk konten negatifnya supaya bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak," kata dia.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk terus mengawasi aktivitas anaknya.
"Dan tentu juga atensi kepada seluruh orang tua, ternyata upaya pengawasan kepada anak tidak hanya terkait dengan aktivitas di dunia nyata tetapi juga aktivitas anak-anak saat berada di dunia maya atau di dunia siber," tandasnya.