Search This Blog

Rosan Klaim Hilirisasi Sumbang 30,6% dari Total Investasi Nasional

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rosan Klaim Hilirisasi Sumbang 30,6% dari Total Investasi Nasional
Oct 18th 2025, 14:30 by kumparanBISNIS

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani berbicara dalam acara Forbes CEO Global Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Forbes CEO Global/HO Antara

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sektor hilirisasi pada kuartal III 2025 mencapai Rp 150,6 triliun. Angka tersebut menempati 30,64 persen dari total investasi nasional pada periode yang sama sebesar Rp 491,4 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan capaian ini menunjukkan kebijakan hilirisasi yang digaungkan sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan hasil dampak positif pada investasi.

"Program yang dicanangkan oleh pemerintah ternyata memang memberikan dampak yang positif terutama dari investasi yang masuk," ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10).

Rosan menambahkan, porsi investasi hilirisasi kali ini meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 25–26 persen per kuartal.

Dari sisi sektor, mineral menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp 97,8 triliun. Komoditas penyumbang utamanya berasal dari nikel Rp 42 triliun, tembaga Rp 21,2 triliun, bauksit Rp 15,6 triliun, besi baja Rp 9,5 triliun, timah Rp 1,5 triliun, serta komoditas lainnya Rp 8 triliun.

"Tetap memang masih didominasi oleh mineral atau dalam hal ini adalah nikel ya karena obviously kita juga memang reserve kita terbesar di dunia untuk kurang lebih 40 persen," imbuhnya.

Kemudian, sektor perkebunan dan kehutanan membukukan investasi Rp 35,9 triliun, didominasi oleh kelapa sawit Rp 21 triliun dan kayu log Rp 11,7 triliun. Sementara investasi pada karet dan komoditas lainnya, seperti pala, kakao, dan biofuel, masing-masing mencapai Rp 1,6 triliun.

"Perkebunan kita ada kelapa sawit organisasinya sedang berjalan. Tapi tentunya kita ingin mendorong terus selanjutnya karena dengan melakukan hilirisasi sampai tuntas kita juga akan memberikan multiplier effect yang banyak dari nilai value added," jelasnya.

Di sisi lain, sektor minyak dan gas bumi mencatat realisasi Rp 15,4 triliun, terdiri dari minyak bumi Rp 10,4 triliun dan gas bumi Rp 5 triliun. Sedangkan perikanan dan kelautan menyumbang Rp 1,5 triliun, meliputi komoditas seperti garam, ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol), udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.

Media files:
01k7k9x7nykkssga2cxz323sy5.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

BRI Peduli Peringati Hari Pangan Sedunia Melalui Panen Raya BRInita

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BRI Peduli Peringati Hari Pangan Sedunia Melalui Panen Raya BRInita
Oct 18th 2025, 14:12 by kumparanBISNIS

BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Dok. BRI
BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Dok. BRI

Seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan perkotaan, konsep urban farming hadir sebagai inovasi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang tidak terpakai. Lahan sempit bisa dimanfaatkan untuk bertani dan berkebun yang pada akhirnya dapat mendorong ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari BRI kembali menegaskan komitmen dalam mendorong perbaikan ekosistem lingkungan dan mendorong ketahanan pangan. Salah satunya melalui Program BRInita (BRI Bertani di Kota), yaitu konsep bertani dengan memanfaatkan lahan sempit di wilayah padat pemukiman.

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2025, BRI Peduli melaksanakan kegiatan Panen Raya BRInita yang dilaksanakan di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung, Jawa Barat yang melibatkan kelompok Karang Taruna, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta warga masyarakat setempat.

Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran merupakan salah satu lokasi penyaluran program BRInita dari BRI Peduli. Tidak hanya penyaluran bantuan infrastruktur berupa rumah tanaman (green house) dan bibit tanaman urban farming, BRI juga memberikan pelatihan pemberdayaan masyarakat agar bisa mengelola lahan urban farming-nya sendiri.

BRI Peduli menyalurkan bantuan bibit tanaman urban farming untuk Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar, Bandung. Foto: Dok. BRI
BRI Peduli menyalurkan bantuan bibit tanaman urban farming untuk Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar, Bandung. Foto: Dok. BRI

Berbagai macam aktivitas dilaksanakan dalam kegiatan Panen Raya BRInita antara lain kegiatan sosialisasi program BRInita yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya bercocok tanam dan memanfaatkan lahan di sekitar.

Selain itu terdapat juga kegiatan edukasi budidaya buah-buahan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membudidayakan buah-buahan secara tepat, agar mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, bernilai gizi, dan bernilai ekonomi.

Tidak luput juga dilakukan kegiatan Panen Raya yang tidak hanya untuk merayakan keberhasilan hasil pertanian masyarakat, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Raya Pangan Sedunia tidak hanya menjadi momentum bagi BRI untuk terus menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan keberpihakan pada lingkungan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, terutama di tengah laju pertumbuhan kota yang pesat.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat ikut langsung panen sehingga merasa memiliki hasilnya. Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi," ujarnya.

Kegiatan urban farming yang diinisiasi oleh BRI Peduli ini juga diharapkan dapat mereduksi polusi lingkungan, menambah keasrian, serta mengurangi sampah rumah tangga. Di sisi lain, sekaligus menjadi perwujudan kontribusi positif masyarakat bagi keseimbangan lingkungan.

Dhanny juga menegaskan bahwa urban farming diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaksanakan BRInita ini juga mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Di Hari Pangan Sedunia 2025 ini, mari kita dukung dan kembangkan urban farming sebagai bagian dari solusi modern menghadapi krisis pangan dan perubahan iklim. Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," imbuhnya.

Di lain pihak, Neni, selaku Ketua Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar mengungkapkan bahwa Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran merupakan salah satu wadah urban farming yang dimanfaatkan oleh anggota kelompok untuk kegiatan positif sekaligus sebagai sebagai solusi ketersedian pangan bagi anggota kelompok.

"Tadinya kami tidak punya lokasi untuk menaman, sekarang sudah ada wadahnya. Kami sangat gembira tentunya, bisa menikmati hasil panen bersama," ungkapnya.

BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita bersama Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Dok. BRI
BRI Peduli menggelar kegiatan Panen Raya BRInita bersama Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar di Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung dalam memperingati Hari Pangan Sedunia. Foto: Dok. BRI

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRINita telah dilaksanakan di 31 titik dan telah memberikan manfaat bagi 1.160 jiwa. Program ini juga telah berkontribusi bagi 86,48% Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara umum serta 20,16% IPM Perempuan.

Selain itu, program ini juga secara nyata telah menghasilkan 9.544,33 Kg tanaman sayuran hasil panen, 112 tanaman obat-obatan keluarga (Toga) dan berkontribusi 11,27% terhadap penurunan stunting.

Program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 3.982 kg pupuk organik cair, 2.218 liter eco enzim, 64 produk olahan pupuk, 80 kg maggot BSF dan 238,61 kg C02-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

Media files:
01k7v28g6h67ps72bsp72ekwgr.png image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.