Apr 27th 2024, 22:24, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Pistol HS-9. Foto: hs-produkt.hr
Anggota Polresta Manado, Brigadir Ridhal Ali Tomi, ditemukan tewas dalam mobil Toyota Alphard di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (25/4) sore. Polisi menyebut ia diduga tewas menembakkan diri.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro, dalam keterangan pers pada Jumat (26/4) mengatakan ada senjata api yang diamankan dari sekitar jenazah Ridhal.
"Kami menemukan beberapa barang bukti di dalam mobil tersebut, berupa satu pucuk senjata api jenis HS, dengan kaliber 9 mm," kata Bintoro.
Bintoro tidak menerangkan siapa pemilik pistol itu. Selain itu juga apakah pistol itu yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
Pistol HS mulai digunakan Polri pada tahun 2000-an. Salah satunya dipakai oleh Korps Brimob Polri untuk memperkuat persenjataan unit khusus mereka.
Polisi melakukan olah TKP polisi Polresta Manado di Jalan Mampang Prapatan IV, RT 1/RW2 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan. Foto: Dok Humas Polres Metro Jakarta Selatan
Senjata api laras pendek ini sempat terkenal karena pernah ditemukan dalam kasus penembakan yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada Juli 2022 lalu.
Selain menyita barang bukti, polisi juga memeriksa saksi dan CCTV yang ada di lokasi.
"Dari keterangan saksi olah TKP dan juga didukung dari bukti Barang bukti yang ada, dan juga alat bukti berupa CCTV yang kami sudah putar, kami bisa mengambil kesimpulan untuk sementara bahwa dugaan yang bersangkutan bunuh diri," tutur Bintoro.
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal juga menegaskan Ridhal tewas bunuh diri, bukan seperti dugaan publik yang beredar. Motif bunuh dirinya, diduga akibat masalah pribadi.
"Motif bunuh diri itu masalah pribadi, itu masih kita dalami kepada istri, kerabat, keluarga. Kita akan bukan nanti yang bersangkutan," ujar Ade kepada wartawan, Sabtu (27/4).
Pihak Keluarga Tak Percaya
Oshin Husein, istri dari Brigadir Ridhal mengatakan tak percaya jika suaminya bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.
"Tak mungkin tembak diri," kata Oshin dikutip dari Manado Bacirita, Sabtu (27/4).
Dikatakan Oshin, suaminya adalah orang yang sangat sayang keluarga terutama anak-anaknya. Maka itu ia merasa aneh jika Ridhal melakukan hal-hal yang merugikan untuk dia dan juga yang berdampak pada keluarganya.
Oshin meminta kepolisian melakukan yang terbaik untuk mengungkap kematian suaminya.
Apr 27th 2024, 21:59, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel saat menemui direksi Hidro Filt di Budapest, Hungaria. Foto: Dok. Istimewa
Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, menilai Indonesia sangat membutuhkan air bersih yang ramah lingkungan. Di tengah kondisi tersebut, ia mengatakan dunia sedang mengalami perubahan iklim.
"Dunia sedang mengalami climate change. Sumber-sumber air makin terbatas dan menjadi rebutan, menjadi komoditas yang mahal, dan juga menimbulkan konflik untuk memperebutkan air. Butuh solusi menyeluruh dengan memanfaatkan air laut sebagai sumber air yang berkelanjutan," kata Gobel melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/4).
Sehari sebelumnya, Jumat (26/4), Gobel kembali menemui direksi Hidro Filt di Budapest, Hungaria. Ia diterima CEO Hidro Filt, Krisztina Borsos, Direktur International Business Development, Adrian Kiss, dan sejumlah direktur lainnya. Sedangkan Gobel didampingi Staf Khusus Bidang Luar Negeri, Imam Asy'ari dan Wakil CEO Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman. Dubes Indonesia untuk Hungaria Dimas Wahab juga mendampingi Gobel.
Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya untuk membahas aspek teknis kerja sama pengolahan air. Hidro Filt memiliki teknologi pengolah air limbah, air sungai, air tanah, dan air laut untuk menjadi air bersih maupun air untuk irigasi.
"Kelebihan teknologi yang dimiliki Hidro Filt adalah ramah lingkungan karena tanpa melalui proses kimia, tak menghasilkan limbah buangan, dan juga menggunakan energi matahari. Selain itu harganya terjangkau," kata Gobel.
Gobel memberikan perhatian khusus pada pengolahan air laut untuk menjadi air untuk kebutuhan sehari-hari, serta pengolahan air limbah industri dan limbah pertambangan untuk menjadi air bersih.
"Di tengah climate change dan keterbatasan sumber daya air, saat ini dunia sedang dihadapkan pada konflik perebutan sumber daya air. Air mata air, air bawah tanah, dan air tanah kini dikesploitasi besar-besaran untuk kebutuhan air minum maupun air untuk kebutuhan rumah tangga lainnya," ujar Gobel.
Gobel menilai hal itu berdampak pada terkurasnya air oleh pemodal besar sehingga masyarakat desa dan masyarakat miskin mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Petani juga makin sulit untuk mendapatkan air untuk irigasi karena banyak mata air kini dikuasai pemodal untuk menjadi air kemasan.
"Hal ini berdampak pada meningkatnya belanja rumah tangga untuk kebutuhan air dan juga berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Pertanian juga terganggu. Padahal ada sumber air yang berlimpah, yaitu air laut. Jadi negara harus memikirkan solusi terbaik untuk menolong masyarakat dan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup," kata Gobel.
Gobel mengatakan teknologi Hidro Filt ini juga sudah maju. Selain bisa menyaring kandungan mineral dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh, juga bisa langsung diminum.
"Jadi ini sangat advance. Ini juga bagian dari upaya mengatasi stunting, pentakit kulit, dan kebutuhan kesehatan lainnya," ujar Gobel.
Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel saat menemui direksi Hidro Filt di Budapest, Hungaria. Foto: Dok. Istimewa
Lebih lanjut, Gobel menjelaskan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga banyak pulau-pulau kecil dan daerah-daerah terpencil (remote area) yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena sumber air yang terbatas maupun infrastruktur penyediaan air yang belum ada.
"Jadi teknologi pengolah air ini sangat solutif untuk kondisi Indonesia," tutur Gobel.
Hal yang juga mendapat perhatian Gobel adalah tentang infrastruktur energi maupun kemasan teknologinya. Teknologi pengolah air, kata Gobel, membutuhkan energi untuk menggerakkannya. "Ini kebutuhan energinya dipasok dari energi matahari. Jadi tak perlu jaringan listrik. Jadi cocok untuk daerah-daerah terpencil, terluar, dan terisolir," katanya.
Selain itu, katanya, alat pengolah air ini dikemas dalam modul-modul yang compact sehingga mudah diset up dan dibawa ke mana pun. Menurutnya itu sangat memudahkan untuk mobilitas, termasuk untuk menghadapi bencana.
Dari segi biaya, kata Gobel, juga lebih efisien dibandingkan dengan mengambil air dari mata air di pegunungan.
"Tak perlu jaringan pipa yang lokasinya jauh di pedalaman dan pegunungan. Karena permukiman umumnya ada di pesisir dan dataran rendah. Teknologi ini juga cocok untuk diterapkan di kota-kota di Jawa yang makin kesulitan mendapatkan air bersih akibat kepadatan penduduk maupun akibat intrusi air laut," kata Gobel.
Gobel juga menerangkan teknologi ini cocok untuk diterapkan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan. "IKN dikonsep sebagai green city yang ramah lingkungan. Jadi sangat cocok," ujar Gobel.
Mau Diterapkan di Gorontalo
Gobel juga berkepentingan membawa teknologi ini untuk diterapkan di Goronralo. Karena itu, ia terus menggeber untuk segera menghadirkan teknologi pengolah air laut menjadi air untuk kebutuhan rumah tangga di Gorontalo.
"Ini kebutuhan mendesak karena banyak titik di Gorontalo yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Padahal ini sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bagian dari tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dan juga sebagai orang Gorontalo," katanya.
Selain itu, Gobel juga menjelaskan bahwa alam Gorontalo dianugerahi topografi yang berbukit-bukit dan morfologi tanah yang berbatu-batu. Struktur permukaan tanah yang seperti itu membuat sejumlah lokasi di Gorontalo sulit mendapatkan sumber-sumber air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kesulitan untuk mendapatkan sumur bor karena tanahnya berlapis batu dan butuh sumur yang dalam.
Saat berkampanye dan berkeliling Gorontalo, ia sering mendapat pengaduan dari warga tentang kebutuhan air ini.
"Ada anak yang tak mau bersekolah lagi karena di-bully kawan-kawannya karena badannya bau akibat jarang mandi. Juga pernah mendapati warga yang kesulitan memandikan jenazah karena tidak ada air. Saya memang sudah menyediakan mobil tanki air. Tapi ini bersifat adhoc. Kini sedang dicarikan solusi yang lebih permanen dengan mengolah air laut untuk menjadi air bersih," tutur Gobel.