Jan 21st 2023, 21:11, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Relawan Srikandi Ganjar Sulsel dalam menggelar make up competition di Jalan Daeng Tompo, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sabtu (21/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
Relawan Srikandi Ganjar Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar make up competition di Kota Makassar, Sulsel. Kompetisi tersebut diadakan untuk meningkatkan soft skill perempuan milenial di Sulsel.
"Tujuannya yang pasti kami mau meningkatkan soft skill dari para milenial yang ada Sulawesi Selatan," kata Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Sulsel, Nurul Awainah di Jalan Daeng Tompo, Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (21/1/2023).
Nurul mengatakan make up competition kali ini diikuti ratusan milenial dari berbagai daerah di Sulsel seperti Makassar, Gowa, Maros, hingga Takalar.
Para peserta merupakan para pemudi yang tertarik dan gemar menggeluti bidang make up artist.
"Pesertanya para milenial Sulsel yang lagi marak-maraknya mau jadi make up artist. Beberapa peserta ini ada yang memang pemula, ada juga yang sudah biasa ikut kompetisi make up," kata Nurul.
Dalam kompetisi make up tersebut, ratusan peserta unjuk kebolehan menghias wajah model-modelnya dengan berbagai riasan, gaya, dan warna. Semuanya fokus menghias area di sekitar mata.
"Nah, tema kali ini kita mengambil tema 'Simple Eye Creation', jadi para peserta ini harus membuat make up yang lebih mencolok di bagian mata. Setelahnya para model yang telah di-make up catwalk untuk kami melihat secara detail hasil make up-nya itu seperti apa," kata Nurul.
Tak lupa, Nurul menyebut pihaknya juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada ratusan perempuan milenial Sulsel tersebut.
Nurul mengatakan, Srikandi Ganjar ingin mendekatkan milenial Sulsel kepada pria berambut putih yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu.
"Kami memperkenalkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024. Kami menyampaikan sosok Pak Ganjar yang dekat dengan milenial, dan kami juga makin mendekatkan milenial yang ada di Sulawesi Selatan dengan Pak Ganjar," katanya.
Make up competition yang digelar Mak Ganjar Sulsel sebagai upaya untuk meningkatkan soft skill perempuan milenial di Makassar. Foto: Dok. Istimewa
Nurul berharap, milenial yang ada di Sulsel semakin mengembangkan hobi dan minatnya sebagai soft skill. Menurut Nurul, soft skill ini akan berguna saat mereka memasuki dunia kerja atau sedang mencari peluang usaha.
"Harapan kami, seluruh milenial di Sulsel lebih fokus untuk memperdalam soft skill-nya agar mereka siap di dunia kerja kalau misalnya mereka setelah selesai kuliah mencari kerja. Kami berharap mereka secara soft skill sudah siap," tutur Nurul.
Nurul pun berkomitmen untuk terus menebar manfaat ke milenial di Sulsel. Nurul mengatakan, Srikandi Ganjar Sulsel akan menggelar berbagai kegiatan yang menunjang soft skill para milenial.
"Kami memang betul-betul menyasar milenial muda, khususnya kegiatan-kegiatan yang agak santai tapi di soft skill-nya, biar lebih terasa," kata dia.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Prof Hilman Latief di Makkah. Foto: MCH 2022
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief membenarkan Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022. Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.
Dijelaskan Hilman, yang diturunkan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah paket layanan haji. Adapun yang dimaksud dengan paket itu adalah layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.
Untuk warga domestik, Pemerintah Arab Saudi menawarkan empat paket layanan Masyair tahun 1444 H/2023 M. Berikut paketnya:
1. Mulai SAR 10,596-SAR 11,841 (sekitar Rp 43 juta-Rp 48 juta)
2. Mulai SAR 8,092-SAR 8,458 (sekitar Rp 33 juta-Rp 34,5 juta)
3. Mulai SAR 13,150 (sekitar Rp 53,6 juta).
Sementara untuk paket keempat mulai SAR 3,984 (sekitar Rp 16 juta). Namun, tidak ada layanan di Mina (hanya akomodasi dan konsumsi di Arafah dan Muzdalifah).
"Itulah yang disebut paket layanan haji yang ditangani oleh Syarikah atau perusahaan di Saudi. Harganya pada tahun lalu karena alasan pandemi, naik sangat signifikan. Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30% dan itu sangat signifikan," tegas Hilman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/1).
"Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR 5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR 4.632,87. Turun sekitar SAR1.024 atau 30%," sambungnya.
Dalam usulan BPIH tahun ini, kata Hilman, pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga sesuai yang ditetapkan Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan kualitas layanan bagi jemaah di Masyair.
"Kepada perusahaan penyedia layanan, kami tetap meminta komitmen agar dengan harga yang ditetapkan pemerintah Saudi itu, layanan yang diberikan kepada jemaah juga tetap berkualitas," jelasnya.
Infografik 'Biaya Haji dari Tahun ke Tahun' Foto: kumparan
Namun demikian, komponen BPIH tidak hanya paket layanan haji. Komponen biaya haji yang diusulkan pemerintah kepada DPR itu juga mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi, baik Jeddah, Makkah, maupun Madinah.
"Di luar Masyair, masa tinggal jemaah sekitar 30 hari, baik di Makkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya," papar Hilman.
Selain itu, penyusunan usulan BPIH juga memperhatikan komponen kurs Dolar (USD) dan kurs Riyal (SAR). Dalam usulan itu, asumsi yang digunakan adalah Rp 15.300 untuk kurs 1 USD, dan Rp 4.080 untuk kurs 1 SAR. Pada 2022, kurs SAR yang digunakan adalah Rp 3.846. Untuk kurs USD tahun 2022 adalah Rp 14.425.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah komponen pesawat. Sebab, ini sangat bergantung pada harga avtur.
"Usulan pemerintah terkait BPIH 1444 H itu belum final, karena terbuka untuk dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR. Semoga kita bisa mendapatkan rumusan yang paling pas terkait biaya haji tahun ini," tandasnya.
Kenapa Bipih Naik?
Kemenag mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp 514.888,02. Sebab, rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp 98.893.909,11. Sementara rerata BPIH 2022 sebesar Rp 98.379.021,09.
Lantas, kenapa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dalam usulan pemerintah justru naik?
Hilman menjelaskan itu terjadi karena perubahan skema persentase komponen Bipih dan Nilai Manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% Bipih dan 30% nilai manfaat.
"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantre keberangkatan, tidak tergerus habis," ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai dengan 2022 terus mengalami peningkatan. Pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp 4,45 juta. Sementara Bipih yang harus dibayar jemaah sebesar Rp 30,05 juta. Komposisi nilai manfaat hanya 13%, sementara Bipih 87%.
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi. Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Dalam perkembangan selanjutnya, komposisi nilai manfaat terus membesar menjadi 19% (2011 dan 2012), 25% (2013), 32% (2014), 39% (2015), 42% (2016), 44% (2017), 49% (2018 dan 2019). Karena Arab Saudi menaikkan layanan biaya Masyair secara signifikan jelang dimulainya operasional haji 2022 (jemaah sudah melakukan pelunasan), penggunaan dan nilai manfaat naik hingga 59%.
"Kondisi ini sudah tidak normal dan harus disikapi dengan bijak," jelasnya.
Nilai manfaat, lanjut Hilman, bersumber dari hasil pengelolaan dana haji yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karenanya, nilai manfaat adalah hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk lebih dari 5 juta yang masih menunggu antrean berangkat. Mulai sekarang dan seterusnya, nilai manfaat harus digunakan secara berkeadilan guna menjaga keberlanjutan.
"Tentu kami juga mendorong BPKH untuk terus meningkatkan investasinya baik di dalam maupun luar negeri pasca pandemi COVID-19 ini, sehingga kesediaan nilai manfaat lebih tinggi lagi," tambahnya.
Jika komposisi Bipih dan Nilai Manfaat masih tidak proporsional, maka nilai manfaat akan cepat tergerus dan tidak sehat untuk pembiaayaan haji jangka panjang.
"Jika komposisi Bipih (41%) dan NM (59%), dipertahankan, diperkirakan nilai manfaat cepat habis. Padahal jemaah yang menunggu 5-10 tahun akan datang juga berhak atas nilai manfaat," urainya.
Untuk itulah, kata Hilman, pemerintah dalam usulan yang disampaikan Menag saat Raker bersama Komisi VIII DPR, mengubah skema menjadi Bipih (70%) dan NM (30%).
"Mungkin usulan ini tidak populer, tapi Pak Menteri melakukan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji sekaligus menjaga keberlanjutannya," tegasnya.
"Ini usulan pemerintah untuk dibahas bersama Komisi VIII DPR. Kita tunggu kesepakatannya, semoga menghasilkan komposisi paling ideal. Amin," tutupnya.