Presiden Prabowo Subianto hadiri prosesi sidang senat penerimaan mahasiswa baru Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025). Foto: Dok. UKRI TV
Presiden Prabowo Subianto berharap semua elemen masyarakat Indonesia bisa bersatu. Ia menilai, Indonesia sebagai negara yang beragam tetap harus menjunjung persatuan dalam segala hal.
"Kekayaan kita luar biasa tapi sekarang mudah-mudahan kita sebagai bangsa akan bersatu, sama-sama kita sekarang harus menjaga dan mengelola kekayaan kita," kata Prabowo di Bandung, Sabtu (18/10).
"Saudara-saudara berbeda tidak masalah. Di semua usaha silakan ya kita moto kita pun Bhineka Tunggal Ika. Berbeda, silakan," tambahnya.
Begitu pun dalam hal politik, Ketua Umum Gerindra itu juga menilai tak masalah kalau ada perbedaan pilihan partai politik. Namun, menurutnya, hal terpenting adalah perbedaan itu tidak berujung pada perpecahan.
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberi hormat saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
"Dalam politik berbeda tidak ada masalah. Ada yang partai A, B, C, D tapi tidak boleh saling menjegal, tidak boleh gontok-gontokan. Budaya Indonesia, demokrasi Indonesia adalah demokrasi kekeluargaan," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak saling menghasut dalam hal keburukan. Ia meminta agar semua pihak bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang makmur.
"Kita harus bekerja sama seperti tim sepak bola. Tidak mungkin satu tim bisa masukin gol kalau tidak kerja sama. Tidak mungkin," ujarnya.
"Bangsa tidak mungkin makmur kalau pemimpinnya gontok-gontokan, kalau pemimpinnya karena ambisi ingin berkuasa menjelek-jelekkan, menghasut, menimbulkan ketakutan, menurunkan optimisme," tutup Prabowo.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan anak muda untuk waspada dan jangan mudah dibohongi. Ia menilai, bangsa Indonesia terlalu lugu sehingga mudah dibohongi.
"Waspada jangan mudah dibohongi karena ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah, terlalu baik, lugu," ucap Prabowo dalam orasi ilmiah di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, di Bandung, Sabtu (18/10).
Prabowo menyebut, seorang pemimpin harus ramah dan sopan, tetapi tidak boleh lugu. Menurutnya, lugu berarti mudah dibohongi dan karena itulah kekayaan bangsa Indonesia banyak dicuri.
"Pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu. Lugu berarti gampang dibohongi dan bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering kita dibohongi sehingga kekayaan kita banyak yang dicuri," ujar Prabowo.
"Kekayaan bangsa Indonesia banyak yang tidak bisa kita manfaatkan karena diselewengkan, karena dicuri, karena diselundupkan," ujarnya melanjutkan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada mahasiswa baru dan wisudawan terbaik Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (18/10/2025). Foto: YouTube/UKRI TV
Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia memiliki masa depan yang cerah dan kaya, asalkan pemimpinnya waspada, pandai, dan tidak mudah dibohongi.
"Masa depan kalian cukup cerah asal, asal pemimpin-pemimpin yang sekarang ada dan pemimpin-pemimpin yang akan datang waspada, pintar, pandai, dan tidak mudah dibohongi," kata Prabowo.