Ilustrasi ibu melahirkan caesar. Foto: martin81/Shutterstock
Seorang dokter spesialis kandungan dan kebidanan (obgyn) senior di Assam, India, bernama Dr. Kantheswar Bordoloi, kini sedang diselidiki seusai melakukan 21 operasi caesar dalam satu sif. Seluruh tindakannya dilakukan antara Jumat (5/9) pukul 15.40 waktu setempat dan selesai Sabtu (6/9) pukul 01.50 waktu setempat.
Dikutip dari The Independent, Dr. Bordoloi merupakan pejabat medis senior di Rumah Sakit Sipil Morigaon.
Tindakan medis yang dilakukannya turut menjadi sorotan pemerintah daerah setempat. Pemda pun mengeluarkan surat perintah resmi kepada Dr. Bordoloi dan memintanya menjelaskan mengapa ia tidak boleh menghadapi tindakan disipliner. Karena hal ini berkaitan dengan kekhawatiran serius tentang keselamatan serta kesejahteraan ibu dan bayi baru lahir.
Menurut surat kabar Hindustan Times, surat pemberitahuan Dr. Bordoloi menuntutnya untuk menyerahkan laporan terperinci untuk setiap kasus yang ditanganinya. Ia diberi waktu tiga hari untuk melengkapi laporan tersebut.
Pihak administrasi secara khusus meminta informasi apakah prosedur sterilisasi yang dilakukannya telah tepat diikuti, apakah ada kasus gawat janin yang didokumentasikan, rincian perawatan bayi baru lahir di unit perawatan neonatal di rumah sakit, serta peran staf medis yang membantunya.
"Hal ini menimbulkan beberapa kekhawatiran serius. Dan sehubungan dengan hal ini, Anda [Dr. Bordoloi] diarahkan untuk menyerahkan laporan komprehensif untuk masing-masing kasus yang telah disebutkan," tulis surat pemberitahuan yang dikeluarkan komisaris distrik untuk kesehatan, Nitisha Bora.
Para pejabat mengatakan, catatan medis praoperasi dan pascaoperasi yang tidak didokumentasikan dengan baik, maka dapat membahayakan langkah-langkah pengendalian infeksi. Serta, meningkatkan risiko komplikasi ibu dan bayi.
"Dokumentasi terperinci seperti itu sangat penting untuk memperkuat protokol pengendalian infeksi, serta mencegah morbiditas [penyakit] dan mortalitas [kematian] ibu dan bayi," tambah surat pernyataan tersebut.
Dokter Obgyn Ini Membela Tindakan yang Dilakukannya
Meski begitu, Dr. Bordoloi membela tindakannya dengan mengatakan bahwa menangani beberapa operasi dalam waktu singkat bukanlah hal yang aneh, apalagi di rumah sakit umum India yang sibuk.
Ia menjelaskan, pada kasus operasi caesar yang tidak rumit hanya memakan waktu 15 menit. Rumah sakit juga dilengkapi dengan dua meja operasi, yang memungkinkan prosedur sterilisasi berkelanjutan tanpa mengorbankan keselamatan pasien.
Ilustrasi Operasi Caesar. Foto: DedOK Studio/Shutterstock
"Saya menangani kasus-kasus darurat satu demi satu, dan jumlahnya tiba-tiba melonjak. Saya bekerja cepat, tetapi semua prosedur medis yang diperlukan tetap saya jalankan," ujar Dr. Bordoloi, dikutip dari The Assam tribune.
"Apa yang saya lakukan bukanlah hal aneh, dan dokter lain juga melakukan banyak operasi dengan kecepatan seperti itu. Mungkin ada yang mengeluhkan saya," lanjut dia.
Lebih lanjut, ia menyebut 19 dari 21 ibu dan bayi baru lahir yang ditangani olehnya dalam kondisi stabil dan telah dipulangkan. Sementara dua pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, satu di antaranya telah dipindahkan ke Gauhati Medical College and Hospital.
Tingkat Operasi Caesar di India Makin Meningkat
Menurut sebuah makalah tahun 2023, tingkat kelahiran caesar di India telah meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu. Data menunjukkan, jumlahnya meningkat dari sekitar 17 persen pada tahun 1998-99 menjadi lebih dari 21 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Makalah tersebut juga mencatat bahwa wanita berpendidikan tinggi yang telah melakukan setidaknya empat pemeriksaan pranatal, berasal dari keluarga kaya, atau tinggal di kota, lebih mungkin menjalani operasi caesar.
Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya korelasi antara kelahiran melalui operasi caesar dan peningkatan kemungkinan diagnosis gangguan spektrum autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, meskipun penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa metode kelahiran menyebabkan diagnosis tersebut.
Pada tahun 2018, sebuah artikel di The Lancet memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai "Epidemi operasi caesar" yang sedang meningkat. Media tersebut menyatakan operasi caesar telah menjadi operasi paling umum di banyak negara di dunia. Dan dianggap menjadi prosedur yang dapat menyelamatkan nyawa perempuan dan bayi ketika terjadi komplikasi selama kehamilan atau persalinan.
Namun, operasi caesar untuk alasan nonmedis patut dikhawatirkan karena prosedur ini dikaitkan dengan efek jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan serta biaya perawatan kesehatan.
Tindakan operasi caesar telah mengalami peningkatan selama 30 tahun terakhir, melebihi 10-15 persen kelahiran yang dianggap optimal, dan tanpa manfaat maternal maupun perinatal yang signifikan.
Bulan lalu di Assam, seorang dokter gadungan yang telah melakukan lebih dari 50 operasi caesar dan operasi ginekologi selama satu dekade ditangkap saat berpraktik di dua rumah sakit swasta. Surat keterangan dokter tersebut telah terbukti palsu.
Konferensi pers pesinetron Eza Gionino dan Kuasa Hukum di Kawasan Cibubur, Depok. Foto: Dok. Istimewa
Aktor Eza Gionino tetap menunjukkan perhatian kepada istrinya, Meiza Aulia Coritha, di tengah proses perceraian yang sedang mereka jalani. Di momen ulang tahun Meiza yang jatuh pada 11 September, Eza tetap menyampaikan ucapan selamat untuk sang istri.
Meski hubungan mereka sedang renggang dan tidak lagi tinggal serumah sejak Agustus lalu, Eza menyampaikan pesan khusus untuk sang istri, meski hanya dari kejauhan. Ia mengaku tetap menghargai Meiza sebagai sosok yang penting dalam hidupnya.
"Selamat ulang tahun untuk istri saya tercinta, Meiza Aulia Coritha. Walaupun kita terpisah dengan jarak, waktu sekarang gitu. Di mana pun kamu, terima kasih. Kamu perempuan yang hebat, kamu perempuan yang baik," ujar Eza Gionino kepada wartawan di kawasan Cibubur, Depok.
Eza Gionino dan Meiza Aulia dalam konferensi pers kelahiran buah hatinya yang ketiga Akshay Gionino, RS Brawijaya Saharjo, Minggu (7/8/2022). Foto: Giovanni/kumparan
Namun, Eza mengungkapkan bahwa ulang tahun Meiza kali ini berbeda dari sebelumnya. Tidak ada perayaan istimewa, kejutan, atau hadiah karena keterbatasan komunikasi dan jarak antara mereka. Ia mengaku sedih karena tidak bisa menemani sang istri di hari spesial tersebut.
"Jujur sangat sedih ya, gitu. Ulang tahun dia, saya tidak ada di sebelahnya, kayak gitu, untuk saya pribadi. Selama ini kita selalu saling bikin surprise satu sama lain. Nah, sekarang ibaratnya ulang tahun dia dan saya enggak tahu dia di mana. Saya juga enggak tahu anak-anak di mana. Jadi, sakit ya," ungkap Eza.
Ia menambahkan bahwa tahun ini adalah pertama kalinya ia merasa benar-benar bingung menghadapi ulang tahun Meiza, karena dirinya tak tahu di mana keberadaan sang istri. Situasi ini membuatnya tak bisa menunjukkan perhatian secara langsung seperti biasanya.
"Jujur saya baru tahun ini saya bingung karena saya enggak tahu dia di mana. Saya enggak bisa ngasih surprise atau saya enggak bisa ngasih hadiah untuk dia," tambahnya.
Eza Gionino dan Meiza Aulia dalam konferensi pers kelahiran buah hatinya yang ketiga Akshay Gionino, RS Brawijaya Saharjo, Minggu (7/8/2022). Foto: Giovanni/kumparan
Melalui momen ini, Eza berharap Meiza bersedia membuka kembali komunikasi dengannya agar mereka bisa menyelesaikan permasalahan rumah tangga dengan cara yang baik. Ia juga menyampaikan janji untuk berubah dan memperbaiki diri demi keluarga.
"Saya sangat berharap dia cepat kembali ya. Cepat membuka komunikasilah paling enggak, gitu. Jadi supaya dengan adanya komunikasi itu kan kita bisa selesaikan semuanya satu per satu dengan baik," katanya.
"Masalah kita enggak sejauh itu, Mam. Dan aku janji kok, aku tahu kekuranganku banyak, aku akan perbaiki semuanya. Aku janji itu. Jadi, tolong, yuk, buka komunikasi untuk kita, untuk anak-anak," tandas Eza.
Meiza Aulia Coritha mengajukan gugatan cerai terhadap Eza Gionino ke Pengadilan Agama Cibinong pada Rabu, 3 September 2025. Gugatan tersebut telah terdaftar melalui e-court dengan nomor perkara 5672/Pdt.G/2025/PA_CIBINONG.
Pasangan ini menikah pada 22 Juli 2018 di Grand Galaxy Park, Bekasi. Selama tujuh tahun membina rumah tangga, mereka telah dikaruniai tiga orang anak yang lahir pada Juni 2019, Februari 2021, dan Agustus 2022.