Jul 30th 2023, 01:02, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
Ilustrasi pesawat Wings Air Foto: Dok. Wings Air
Punya pengalaman naik pesawat komersil bagi sebagian orang mungkin adalah hal biasa. Tapi jika menjadi satu-satunya penumpang bak menyewa pesawat sendiri, mungkin hanya sedikit yang pernah mengalami. Dan salah satunya adalah pengurus PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin.
Kepada kumparan, Izzul membagikan pengalaman uniknya ini. Kisah ini berawal saat ia mendapatkan tugas mewakili PP Muhammadiyah untuk menutup Muktamar Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Malang.
Saat itu hendak kembali ke Yogyakarta, Izzul sebenarnya sudah berniat membatalkan tiket pesawatnya karena waktunya terlalu mepet. Penutupan acara selesai jam 11.00 WIB, sementara pesawat yang ia beli tiketnya terbang jam 13.50 WIB.
"Tapi alhamdulillah masih bisa ngejar sampai bandara [Juanda Surabaya]. Sampai bandara sebelum jam 13.00 WIB," kata Izzul.
Pengalaman Izzul Muslimin, pengurus PP Muhammadiyah, jadi satu-satunya penumpang di pesawat. Foto: Dok. Pribadi
Setelah menunggu, rupanya malah ada pengumuman jika pesawat Wings Air rute Surabaya-Yogyakarta delay tiga jam dan baru akan terbang pukul 17.00 WIB. Akibatnya beberapa penumpang memutuskan membatalkan penerbangan. Tetapi Izzul tetap bertahan.
"Ternyata setelah menunggu tiga jam, hanya saya satu-satunya penumpang yang naik pesawat," lanjut Izzul sambil membubuhkan emoji tertawa.
Pengalaman Izzul Muslimin, pengurus PP Muhammadiyah, jadi satu-satunya penumpang di pesawat. Foto: Dok. Pribadi
Menurut Izzul, pesawat jenis ATR-72 yang ia tumpangi sebelumnya sempat terbang dari Sampit ke Surabaya, sebelum terbang dari Surabaya ke Yogyakarta, lalu Yogyakarta-Bandung. Namun hanya rute Surabaya-Yogyakarta saja yang kosong.
"Saya duduk di nomor 17, di belakang saya masih ada sekitar tiga [baris] kursi lagi. Penerbangan Surabaya-Yogyakarta ditempuh 50 menit," jelasnya.
"Lucu sih. Saya serasa mencarter pesawat pribadi," tutup mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ini.
Jul 29th 2023, 23:41, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
Bacapres PDIP Ganjar Pranowo usai menjadi pembicara dalam acara Menjadi Manusia di Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Gubernur Jawa Tengah sekaligus capres Ganjar Pranowo mengaku heran saat publik ramai saat ia terlihat 'mesra' bersama dua capres lainnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Menurutnya, seharusnya publik tak perlu kaget karena mereka bertiga sebenarnya sudah berteman sejak lama.
Kemesraan itu terlihat saat Ganjar menghadiri acara yang sama dengan Prabowo dan Anies, Sabtu (29/7). Di acara BelajaRaya di Pos Bloc, Ganjar tampak berangkulan dengan Prabowo dan sama-sama mengenakan baju kotak-kotak meski dengan warna berbeda. Sedangkan di acara Menjadi Manusia di Mal Kuningan, Ganjar dan Anies kompak berfoto dengan pose saranghae khas Korsel.
"Saya heran tadi, saya salaman sama Pak Prabowo, orang tepuk tangan. Apa yang aneh? Saya kenal sama beliau sudah lama. Mas Anies teman waktu kuliah. Terus apa yang aneh? Ramai sekali," kata Ganjar di Mal Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/7).
Menurutnya, meski sedang bersaing satu sama lain, namun menjaga kedekatan dengan Prabowo dan Anies adalah hal yang biasa. Apalagi mereka adalah sahabatnya.
"Buat saya biasa-biasa aja. Saya hanya selalu sampaikan, persahabatan adalah persahabatan," tegasnya.
Ganjar juga bercerita, selama ini ia menganggap jabatan publik yang ia emban ada batasannya. Sehingga ia selalu menyiapkan diri dan mental agar tak merasa sedang berada di titik rendah dan menjaga pertemanan dengan lawan politiknya.
"Politik itu panggung sementara saja. Maka jangan dibawa sampai ke hati. Apalagi setelah selesai kontestasi. Semua ada waktunya. Jadi baik-baik saja. Kalah itu biasa, tapi silaturahmi harus menjadi yang luar biasa," pungkasnya.