Search This Blog

Polisi Periksa Pihak Taksi Green SM Terkait Insiden Tabrakan Kereta Senin Besok

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polisi Periksa Pihak Taksi Green SM Terkait Insiden Tabrakan Kereta Senin Besok
May 3rd 2026, 11:02 by kumparanNEWS

Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah pihak terkait insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Salah satunya adalah pihak dari Taksi Green SM yang akan diperiksa pada Senin (4/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan langkah ini diambil guna mendapatkan gambaran peristiwa secara lebih utuh dan objektif.

“Pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” kata Budi, Minggu (3/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Polisi sudah menaikkan proses penanganan insiden ini ke tahap penyidikan. Serangkaian pemeriksaan awal sudah dilakukan, mulai dari olah TKP, pengumpulan barang bukti, hingga pendalaman rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak terkait lainnya,” kata Budi.

Selain itu, sebanyak 31 orang sudah dimintai keterangannya. Termasuk pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, hingga pihak lain yang mengetahui langsung kejadian tersebut.

5 Investigator Diturunkan KNKT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus mendalami penyebab kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, salah satunya sistem persinyalan.

“Sejak malam kejadian hingga hari ini KNKT sudah menurunkan 5 investigator perkeretaapian. Ketua KNKT juga sejak kemarin aktif memantau perkembangan di lapangan. Untuk perkembangan investigasi, sampai sekarang belum ada informasi signifikan yang bisa kami sampaikan ke publik,” ujar Humas KNKT Arif saat dihubungi, Kamis (30/4).

Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, sebelumnya mengaku terkejut atas insiden tersebut. Ia menyebut, indikasi gangguan sinyal sempat terlihat sebelum kejadian.

Keterangan Nofiandi diunggah di kanal YouTube Trainspotter ID.

“Tadi sudah ada informasi dari PK (pusat kendali), tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi tersebut), sudah keburu sinyalnya merah,” paparnya.

Kata Pihak Taksi

Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Perusahaan Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta api ini.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian unggahan Instagram @id.greensm, Selasa (28/4).

Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi terkait kecelakaan tersebut masih berjalan. Belum ada kesimpulan yang diambil.

"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.

Semua armada taksi Green SM menggunakan mobil listrik lansiran VinFast, tak terkecuali unit yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur. Diakui pabrikan, saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.

"Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh," urai singkat CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kepada kumparan.

Media files:
01kq8xs8g0a1pb3bme3zg6y5j1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts