Sejumlah warga Lebanon yang sempat mengungsi melintasi kawasan Qasmieh dalam perjalanan kembali ke rumahnya di Lebanon selatan, Jumat (17/4/2026). Foto: Ibrahim AMRO/AFP
Israel dan Lebanon mulai gencatan senjata 10 hari sejak Jumat (17/4) dini hari WIB. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.
Trump juga mengaku telah berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST," kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
"Kedua belah pihak ingin melihat perdamaian, dan saya percaya itu akan terjadi, dengan cepat," tambahnya.
Iran Sambut Baik
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei memberikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri di ibu kota Teheran, pada 10 Februari 2026. Foto: ATTA KENARE / AFP
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kementeriannya menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya gencatan senjata tersebut bagian dari kesepakatan yang dibuat Iran dan AS.
“[Iran menyambut baik] pengumuman gencatan senjata di Lebanon dan mencatat bahwa penghentian perang di Lebanon adalah bagian dari kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, yang dimediasi oleh Pakistan,” kata Baghaei dikutip dari Al-Jazeera, Jumat (17/4).
Selat Hormuz Dibuka
Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
Gencatan senjata tersebut juga membuat Iran memutuskan untuk membuka Selat Hormuz untuk semua kapal selama gencatan senjata Israel-Lebanon. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," kata Abbas dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Selat ini menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah seperti Iran, Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Trump Larang Israel Bom Lebanon
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang Israel untuk kembali menyerang Lebanon.
"Israel tak boleh lagi membom Lebanon. U.S.A melarang mereka menyerangnya. Cukup ya cukup!!!," kata Trump lewat media sosial Truth Social, dilansir AFP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar