Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati di Semarang saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Semarang. Foto: Dok. Istimewa
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah menetapkan 100 titik gudang baru untuk Perum Bulog. Nantinya, 100 gudang baru tersebut bisa menampung 900 ribu ton.
Menurut sosok yang akrab disapa Zulhas tersebut, 100 gudang baru tersebut memang diperlukan karena stok beras Indonesia sangat meningkat.
“100 ini sudah kita putuskan tadi. Di mana saja, nanti bisa tanya sama Dirut Bulog. Anggaran totalnya Rp 5 triliun dan ini gudangnya ini sesuai dengan perkembangan teknologi,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Rabu (22/4).
Lebih lanjut, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan 100 titik tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, saat ini studi kelayakan sampai pertimbangan teknis pembangunan 100 gudang tersebut juga sudah selesai.
“Alhamdulillah yang 100 titik itu kami bangun di 26 Kanwil Bulog dan di 92 kabupaten-kota. Jadi ada beberapa kabupaten-kota yang ada yang dobel dan lain sebagainya karena memang kebutuhan dan potensi dari masing-masing wilayah,” ujarnya.
Nantinya, gudang-gudang tersebut juga memiliki spesifikasi yang beragam. Paling kecil ada gudang yang berukuran 1000 ton sementara yang paling besar adalah 3500 ton.
Ia juga menjelaskan spesifikasi gudang tersebut juga disesuaikan dengan masing-masing daerah.
“Kemudian ada wilayah-wilayah ataupun daerah yang mendapat pembangunan selain gudang. Contoh namanya daerahnya potensi padinya tinggi atau potensi jagungnya tinggi. Itu mereka mendapatkan tambahan dryer kemudian atau RMU,” kata Rizal.
Selain itu, gudang baru tersebut juga akan menerapkan teknologi terbaru yang merupakan hasil temuan dari BRIN. Dengan teknologi tersebut, masa simpan komoditas di gudang bisa menjadi lebih lama.
“Teknologi itu bisa mampu memelihara beras bisa di gudang itu lebih dari hampir mencapai 2 tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar