Kepulan asap membubung dari lokasi serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (3/3/2026). Foto: Ibrahim AMRO/AFP
Perang yang berkecamuk di Iran, yang juga telah menyebar ke kawasan Timur Tengah, memasuki hari ketujuh pada Jumat (6/3). Pada saat yang sama, Israel mengumumkan fase lanjutan serangan.
Fase terbaru ini ditandai dengan serangan besar ke wilayah selatan ibu kota Lebanon, Beirut. Sebelum memulai serangan besar tersebut, Israel memerintahkan seluruh warga sipil di Beirut untuk meninggalkan rumah mereka.
Dalam pengumuman yang dirilis Israel, warga di Beirut diminta menyelamatkan diri masing-masing. Akibatnya, kepanikan terjadi di berbagai titik di ibu kota Lebanon tersebut.
Pemandangan dari drone yang memperlihatkan petugas tanggap darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di jalan raya, setelah Iran melancarkan rentetan rudal menyusul serangan AS dan Israel, di Yerusalem, 1 Maret 2026. Foto: REUTERS/Ilan Rosenberg
Saat ini perang juga mulai terasa hingga di luar kawasan Timur Tengah. Di lepas pantai Sri Lanka, kapal selam Amerika Serikat menembak kapal perang Iran.
Sementara itu, di Azerbaijan terjadi serangan drone yang menargetkan bandara di negara tersebut.
Tak hanya di medan perang, di sisi politik Presiden AS Donald Trump menyatakan niatnya untuk terlibat dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei, yang tewas pada Sabtu (28/2).
Presiden AS Donald Trump mengatakan militer AS telah memulai operasi tembur besar-besaran terhadap Iran, mengikuti serangan bersama Israel yang disampaikan sebagai upaya menumpas ancaman dari rezim Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Donald Trump via Truth Social/Handout via REUTERS
"Saya akan terlibat dalam proses penunjukan," ujar Trump seperti dikutip dari AFP.
Trump kemudian menolak kemungkinan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menjadi Pemimpin Tertinggi Iran selanjutnya. Mojtaba merupakan salah satu kandidat terkuat untuk posisi tersebut.
"Putra Khamenei tidak dapat saya terima. Kami menginginkan seseorang yang bisa membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran," kata Trump.
Adapun sejak AS dan Israel pertama kali menyerang Iran hingga sekarang, jumlah korban jiwa dari pihak Iran mencapai 1.230 orang. Jumlah ini dilaporkan oleh sebuah LSM di Iran dan belum terverifikasi secara independen.
Dari pihak AS, sebanyak enam tentara dilaporkan tewas saat ikut dalam operasi militer menyerbu Iran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar