Gunung Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/5/2024). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kapasitas kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Bromo, selama periode libur Lebaran.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya minat masyarakat yang ingin berwisata ke salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur tersebut.
Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa tambahan kuota sebanyak 1.000 pengunjung per hari diberlakukan khusus pada masa libur panjang.
"Dengan penambahan ini, total kapasitas kunjungan harian menjadi 3.572 orang, meningkat dari kuota normal yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 2.752 orang," kata Endrip, seperti dikutip dari Antara.
Wisatawan yang memadati kawasan wisata Gunung Bromo pada Sabtu (2/7) saat libur sekolah. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Lebih lanjut, Endrip memastikan bahwa wisatawan tetap dapat menikmati kawasan Bromo selama kuota yang tersedia belum terpenuhi.
Untuk mendukung kelancaran akses, berbagai persiapan telah dilakukan, terutama dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan jeep wisata yang kerap terjadi saat musim liburan.
Sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan juga telah dipetakan, antara lain kawasan Sunrise View Point di Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Bukit Kedaluh, Watu Gedhe, hingga Jemplang. Area-area tersebut akan mendapatkan pengawasan lebih ketat dari petugas.
Selama masa libur Lebaran, pengamanan kawasan juga diperkuat dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan. Tim ini terdiri dari petugas TNBTS yang bekerja sama dengan kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, desa penyangga, serta kelompok masyarakat seperti Mitra Polisi Hutan dan Masyarakat Peduli Api.
Kondisi alam di kawasan Bromo Tengger Semeru, yang jadi tempat wisata ikonik di Malang Raya. Foto: Dok. Kemenparekraf
Adapun untuk tarif masuk, wisatawan domestik dikenakan biaya sebesar Rp 79.000 pada hari libur, sementara wisatawan mancanegara dikenai tarif Rp 255.000. Pembelian tiket dilakukan secara daring melalui situs resmi TNBTS, guna mempermudah proses reservasi dan menghindari antrean di lokasi.
Sementara itu, pihak TNBTS memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi pada puncak libur Lebaran, khususnya dalam dua hari tertentu.
"Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keselamatan dan kenyamanan Bersama," ujar Endrip.
Selain itu, pengunjung juga diingatkan untuk menghindari area rawan bencana di sekitar kaldera Bromo, termasuk lokasi yang dekat dengan alat pemantauan aktivitas vulkanik.
"Bagi wisatawan yang menggunakan sepeda motor, disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima mengingat medan yang cukup menantang dengan banyak tanjakan dan turunan curam," pungkas Endrip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar