Search This Blog

Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz, Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz, Anwar Ibrahim Ucap Terima Kasih
Mar 26th 2026, 18:22 by kumparanBISNIS

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). Foto: Kantor Perdana Menteri Malaysia/HO/Antara
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). Foto: Kantor Perdana Menteri Malaysia/HO/Antara

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Iran mengizinkan kapal-kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz. Dikutip dari Reuters, izin itu didapatkan Malaysia usai dirinya berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan negara-negara kawasan lainnya pada Kamis (26/3).

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran karena telah memberikan izin bagi kapal-kapal tersebut untuk melintas. Ia juga menyatakan pemerintah Malaysia akan tetap mempertahankan harga minyak bersubsidi.

Pangkas Kuota BBM hingga Cari Alternatif Sumber Energi

Sebelumnya Malaysia berencana untuk mengurangi kuota BBM subsidi di tengah tekanan harga minyak akibat perang yang terjadi di Iran.

Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock

Mengutip Bloomberg, Kamis (26/3), pemerintah Malaysia akan memotong kuota BBM subsidi bagi warganya menjadi 200 liter per bulan, dari sebelumnya 300 liter per bulan. Kebijakan ini akan efektif mulai 1 April 2026.

Jika konsumsi warga melebihi kuota yang ditetapkan, akan dikenakan harga pasar. Sementara itu, RON95 yang tidak disubsidi pemerintah Malaysia, harganya telah naik 45 persen sejak 11 Maret 2026.

Anwar sebelumnya berjanji untuk mempertahankan harga RON95 sebesar 1,99 ringgit atau sekitar Rp 8.423 per liter, meskipun harga bahan bakar lain di Semenanjung Malaysia telah naik sejalan dengan kenaikan harga internasional sejak akhir Februari 2026.

Pembatasan kuota BBM subsidi bagi warga Malaysia bertujuan untuk menekan volatilitas yang dipicu oleh kenaikan inflasi dan bengkaknya anggaran subsidi BBM. Beban subsidi bulanan Malaysia untuk bensin dan solar telah melonjak menjadi 3,2 miliar ringgit, dari sebelumnya 700 juta ringgit.

Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock
Ilustrasi Selat Hormuz dan Teluk Persia. Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock

Selain itu, rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM subsidi juga untuk memperkuat pemantauan dan penegakan hukum agar pasokan bahan bakar tetap stabil. Cadangan minyak Malaysia setidaknya aman hingga Mei 2026.

Malaysia juga mencari sumber energi dari negara lain. Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof mengatakan perusahaan energi nasional Petroliam Nasional Berhad (Petronas) telah menyiapkan rencana darurat untuk menjaga stabilitas pasokan energi. Australia dan negara-negara Asia-Pasifik menjadi opsi alternatif jika distribusi dari kawasan konflik terganggu.

"Petronas telah meninjau berbagai rencana untuk mencari pasokan alternatif jika gas atau minyak tidak dapat dikirim melalui wilayah yang terdampak konflik saat ini," ujar Fadillah dikutip dari Channel News Asia (CNA), Rabu (25/3).

Media files:
01kd60ee3jvgsmn9hhk1nbbq9q.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar