Search This Blog

Ini Panduan Lengkap Takbiran di Bali Saat Nyepi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ini Panduan Lengkap Takbiran di Bali Saat Nyepi
Mar 9th 2026, 11:37 by kumparanNEWS

Sejumlah umat Islam menaiki dokar saat mengikuti takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali, Minggu (1/5/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
Sejumlah umat Islam menaiki dokar saat mengikuti takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah di Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Bali, Minggu (1/5/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 H di Bali pada tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, yang jatuh pada 19 Maret 2026.

Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta tokoh agama dan masyarakat di Bali menyusun panduan khusus agar kedua perayaan tersebut tetap dapat berlangsung dengan saling menghormati.

"Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para tokoh agama di Bali. Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan ini tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia, Thobib Al Asyhar dalam keterangan pers, Senin (9/3).

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Jalan Tol Bali Mandara kawasan Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (29/3/2025).  Foto: Made Nanda/ANTARA FOTO
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Jalan Tol Bali Mandara kawasan Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (29/3/2025). Foto: Made Nanda/ANTARA FOTO

Panduan Takbiran Saat Nyepi

Berikut panduan pelaksanaan takbiran di Bali jika bertepatan dengan Hari Raya Nyepi:

  • Umat Islam diperkenankan melaksanakan takbiran di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan atau mercon atau bunyi-bunyian lainnya dan menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA.

  • Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus masjid atau musala dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

  • Prajuru desa adat, pengurus masjid atau musala, pecalang, linmas, serta aparat desa atau kelurahan bertanggung jawab bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Nyepi maupun kegiatan takbiran di wilayah masing-masing dengan berkoordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan.

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi Bandara I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Senin (11/3/2024). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi Bandara I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Senin (11/3/2024). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Aturan Pelaksanaan Nyepi

Selain panduan takbiran, pemerintah daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan juga mengeluarkan seruan bersama mengenai pelaksanaan Nyepi bagi masyarakat dan wisatawan.

Beberapa aturan yang harus dipatuhi selama Nyepi antara lain:

  • Seluruh penyedia jasa transportasi darat, laut, dan udara tidak diperkenankan beroperasi. Lembaga penyiaran radio dan televisi tidak diperkenankan melakukan siaran, sementara penyedia layanan telekomunikasi menonaktifkan layanan data seluler mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.

  • Seluruh masyarakat dan wisatawan tidak diperkenankan bepergian keluar rumah, menyalakan petasan, menggunakan pengeras suara, menyalakan lampu secara berlebihan, serta melakukan kegiatan lain yang berpotensi mengganggu kekhusyukan pelaksanaan Nyepi.

  • Pelaku usaha jasa akomodasi, hiburan, serta pengelola destinasi wisata tidak diperkenankan mempromosikan kegiatan usaha dengan menggunakan branding atau aktivitas komersial yang mengatasnamakan Hari Suci Nyepi.

Sebelumnya Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut gema takbir tetap diizinkan di Bali. Tapi, tetap ada pembatasan karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Nasaruddin sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para tokoh agama di Bali. Dari hasil pembicaraan itu, mereka tidak masalah dengan adanya prosesi gema takbir jelang Idul Fitri yang bertepatan dengan Nyepi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar