Foto: Roei Kastro/REUTERSFoto: Roei Kastro/REUTERSFoto: Roei Kastro/REUTERSFoto: JOHN WESSELS/AFPFoto: JOHN WESSELS/AFPFoto: JOHN WESSELS/AFPFoto: JOHN WESSELS/AFP
Serangan rudal Iran yang menghantam dua kota di wilayah selatan Israel pada Sabtu (21/3) dilaporkan melukai lebih dari 100 orang, menurut petugas medis. Sejumlah proyektil disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara dan jatuh di area permukiman.
Televisi pemerintah Iran menyatakan serangan tersebut, termasuk yang menyasar Dimona, yang di mana lokasi tersebut dikenal memiliki fasilitas nuklir. Serangan Iran ke Dimona merupakan respons atas serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran di Natanz Nuclear Facility.
Dampak serangan terlihat dari kerusakan di kawasan permukiman di Dimona pada Minggu (22/3). Sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan signifikan, bahkan dilaporkan ada yang runtuh dan terbakar akibat ledakan proyektil.
Serangan yang terjadi pada malam hari itu juga menyebabkan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka, seiring rudal yang jatuh menghantam area hunian.
Peristiwa ini menandai meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, dengan aksi saling serang yang kian meluas dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Tampak udara memperlihatkan kerusakan di kawasan permukiman setelah serangan rudal Iran menghantam Dimona, wilayah selatan Israel, pada (22/3). Foto: Roei Kastro/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar