Search This Blog

Aturan Baru Pendidikan di China: Kurangi PR hingga Wajib 2 Jam Olahraga

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Aturan Baru Pendidikan di China: Kurangi PR hingga Wajib 2 Jam Olahraga
Mar 28th 2026, 15:00 by kumparanMOM

Ilustrasi Sekolah di China. Foto: chinahbzyg/Shutterstock
Ilustrasi Sekolah di China. Foto: chinahbzyg/Shutterstock

Pemerintah China kembali melakukan perubahan besar dalam sistem pendidikannya. Melalui kebijakan terbaru, sekolah-sekolah di China kini diminta untuk mengurangi tekanan belajar yang selama ini dikenal tinggi dan kompetitif.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan mental siswa. Dikutip dari Reuters, banyak anak dilaporkan mengalami stres, kurang tidur, hingga kelelahan akibat beban akademik yang berlebihan sejak usia dini.

Karena itu, pemerintah mulai menggeser fokus pendidikan agar lebih seimbang antara aspek akademik, fisik, dan kesejahteraan emosional anak.

Aturan Baru Sekolah di China yang Kurangi Beban Anak

Ilustrasi anak sekolah di China. Foto: chinahbzyg/Shutterstock
Ilustrasi anak sekolah di China. Foto: chinahbzyg/Shutterstock

Melalui akun WeChat resmi Kementerian Pendidikan China, sejumlah kebijakan baru diumumkan. Salah satu poin utamanya adalah menegaskan bahwa anak usia dini tidak lagi dianjurkan mempelajari materi di atas tahap perkembangan mereka.

Artinya, praktik "loncat level" atau memaksakan anak belajar materi yang lebih tinggi sejak dini kini mulai dibatasi, Moms.

Selain itu, sekolah juga diminta mengurangi frekuensi ujian, terutama yang bertujuan untuk seleksi siswa. Sistem evaluasi diharapkan tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga perkembangan anak secara menyeluruh.

Beban pekerjaan rumah (PR) pun menjadi perhatian. Sekolah diimbau tidak memberikan tugas berlebihan agar anak tetap memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah.

Menariknya, kebijakan ini juga mewajibkan siswa tingkat SD dan SMP untuk menjalani minimal dua jam aktivitas fisik setiap hari. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung perkembangan sosial anak.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah masa libur pada musim gugur dan musim semi, sehingga melengkapi libur tradisional di musim panas dan musim dingin.

Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam sistem pendidikan di China, dari yang sebelumnya sangat berorientasi pada prestasi akademik menjadi lebih memperhatikan keseimbangan hidup anak.

Bagaimana menurut Anda, apakah kebijakan seperti ini cocok diterapkan di Indonesia?

Media files:
01jnz65nfm506gq5qa5r87jn81.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar