Search This Blog

Wamenhaj: Umrah via Asrama Haji Bukan Mandatory tapi Pilihan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wamenhaj: Umrah via Asrama Haji Bukan Mandatory tapi Pilihan
Feb 13th 2026, 10:51 by kumparanNEWS

Wakil Menteri Agama (Wamenhaj) Dahnil Anzar mengatakan Presiden Prabowo Subianto agar rupiah yang kabur ke luar negeri pada musim haji.  Foto: Widya/kumparan
Wakil Menteri Agama (Wamenhaj) Dahnil Anzar mengatakan Presiden Prabowo Subianto agar rupiah yang kabur ke luar negeri pada musim haji. Foto: Widya/kumparan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar, menyatakan bahwa umrah via asrama haji yang disebutkannya di Badan Legislatif DPR pada Kamis (12/2) bersifat opsional. Ia menyebut sistem ini bernama 'one stop service' dan merupakan upaya memperluas pilihan bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah.

"Itu bukan mandatory tapi pilihan, untuk memudahkan jemaah memilih layanan one stop services. Jadi kita justru mendorong diversifikasi layanan terbaik untuk jemaah," kata Dahnil kepada kumparan, Jumat (13/2).

Menurutnya, sistem ini akan menjadi opsi tambahan dari sebelumnya yang telah terdapat dua opsi, yaitu umrah secara mandiri dan umrah melalui travel. Meski begitu, Dahnil mengatakan bahwa sistem 'one stop service' yang dicanangkannya merupakan opsi lanjutan dari yang mandiri maupun travel.

"Mandiri atau travel, bisa via asrama haji dengan prinsip one stop service atau tidak," ujar Dahnil.

Dahnil menerangkan bahwa sistem 'one stop service' yang menggunakan asrama haji ini akan memberikan pelayanan secara menyeluruh.

Para jemaah yang umrah melalui travel atau secara mandiri, namun melalui asrama haji, akan mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan hingga penerbangan dari asrama haji. Maskapai penerbangan yang digunakan adalah Garuda Indonesia.

"Paket umrah yang melalui travel atau melalui umrah mandiri, tetapi diawali dengan manasik di asrama haji, kemudian periksa kesehatan di asrama haji, kemudian nanti juga ada proses check-in di asrama haji menggunakan maskapai nasional flight kita yaitu Garuda Indonesia," ucap Dahnil.

"Dan kemudian nanti proses check-in semua proses ada dilakukan di asrama haji, kemudian nanti langsung berangkat ke bandara dan langsung terbang," sambungnya.

Belum jelas koordinasi dan mekanisme seperti apa yang harus dilakukan oleh jemaah untuk mendapatkan opsi sistem 'one stop service' tersebut. Menurut Dahnil, opsi ini perlu disodorkan sebab banyak travel yang merugikan jemaah.

"Karena selama ini banyak travel-travel yang merugikan jemaah, maka melalui model ini akan ada proses perlindungan bagi jemaah," tutur Dahnil.

Media files:
01kh8v08x0d3p0bqnm2vancvx9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar