Search This Blog

Semangat Ojol Narik Saat Puasa: Asal Niat, Nggak Terasa Berat

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Semangat Ojol Narik Saat Puasa: Asal Niat, Nggak Terasa Berat
Feb 25th 2026, 13:21 by kumparanNEWS

Mustofa, seorang ojol di Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat ditemui pada Rabu (25/2). Foto: Abid Raihan/kumparan
Mustofa, seorang ojol di Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat ditemui pada Rabu (25/2). Foto: Abid Raihan/kumparan

Matahari begitu terik pada Rabu (25/2). Panas terasa sangat menyengat di hari ke tujuh bulan Ramadan ini.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah orang di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memilih untuk berteduh sejenak. Tampak pula para ojek online beristirahat sembari menunggu orderan masuk.

Salah satunya adalah Mustofa yang tengah duduk di bawah sebuah pohon bersama rekan sesama ojol. Meski panas menyengat, ia bersyukur tetap kuat menjalani ibadah puasa.

"Alhamdulillah puasa," kata dia saat dijumpai kumparan.

Mustofa setiap hari mengaspal di jalan. Tak ada yang berbeda antara bulan puasa dan bulan lainnya. Hanya tak bisa makan dan minum, selebihnya sama.

"Kalo fisik pasti ada (perbedaan)," ucap Mustofa.

"Kalo udah niat itu, kalo udah puasa udah niat ya udah nggak berasa," tambahnya.

Mustofa, seorang ojol di Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat ditemui pada Rabu (25/2). Foto: Abid Raihan/kumparan
Mustofa, seorang ojol di Lenteng Agung, Jakarta Selatan saat ditemui pada Rabu (25/2). Foto: Abid Raihan/kumparan

Mustofa pun tetap semangat untuk menarik orderan yang masuk ke ponselnya. Menurutnya, semua ia lakukan demi memenuhi kebutuhan.

"Kalo rezeki tuh naik turun bang, nggak nentu," ucapnya.

Sama seperti Mustofa, ojol lainnya, Wahyu, tetap semangat untuk narik di tengah teriknya matahari di bulan puasa ini. Meski ia tak menampik badannya lemas karena tak bisa makan dan minum.

"Bedanya mungkin panas teriknya doang ya, soalnya kan puasa juga. Apalagi bulan Ramadan ya nggak bisa minum nggak bisa makan, jadi lemes-lemes doang sih. Itu doang sih. Tarif-tarifnya mah sama aja," ucap Wahyu.

Lagi-lagi, semuanya karena kebutuhan. Wahyu menyebut pekerjaannya ini harus dijalani.

"Tetap dijalanin, namanya kebutuhan juga," tuturnya.

"Siklus (rezeki) ya muter-muter aja, kan ada yang hari jelek, ada hari bagus, gitu. Namanya juga narik ya, nggak selalu bagus, nggak selalu jelek. Muter-muter aja," tandasnya.

Media files:
01kj9nf9q3a4n7d78e6wk96phe.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar