Search This Blog

Isak Tangis Mahasiswi di Surabaya Terpaksa Mencuri untuk Biaya Hidup

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Isak Tangis Mahasiswi di Surabaya Terpaksa Mencuri untuk Biaya Hidup
Feb 9th 2026, 13:16 by kumparanNEWS

Mahasiswi menangis di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Dok: Instagram luthfie.daily
Mahasiswi menangis di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Dok: Instagram luthfie.daily

Seorang mahasiswi sesenggukan menangis di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Ia mengaku bersalah dan bingung hingga akhirnya mengambil keputusan dalam hidupnya untuk mencuri. Alasannya demi bertahan hidup.

Kisah ini diunggah di akun Instagram Kapolrestabes Surabaya @luthfie.daily. Momen itu merekam pertemuan antara mahasiswi dengan korban yang barangnya dia curi.

Mahasiswi itu didampingi ibunya mengaku kepada Luthfie bahwa dia tak punya uang sama sekali.

Luthfie kemudian mencoba memediasi dengan menanyakan korban langkah berikutnya yang diambil. Rupanya, korban pun memaafkan perbuatan mahasiswi tersebut.

"Terpaksa apa gimana kok sampai (mencuri)?" tanya Luthfie.

"Nggak ada uang," jawab mahasiswi.

"Mbak mau penginnya bagaimana?" tanya Luthfie kepada korban.

"Iya (diselesaikan secara) kekeluargaan, Pak," jawab korban.

Mendengar jawaban itu, mahasiswi tersebut dengan urai air matanya memohon ampun kepada korban disertai sang ibu yang juga meneteskan air matanya.

"Maaf, ya, Mbak," kata mahasiswi kepada korban.

Selama ini, mahasiswi tersebut bertahan hidup dengan uang Rp 200 ribu selama sebulan. Luthfie bertanya bagaimana caranya bertahan hidup dengan saku Rp 200 ribu satu bulan tersebut.

"Rp 200 ribu per bulan cukup emang, gimana caranya? Masak gak?" kata Luthfie.

"Masak nasi," jawab mahasiswi.

"Lauknya apa biasanya buat makan?" tanya Luthfie lagi.

"Telur dadar sama mi," kata mahasiswi.

Ibu dari mahasiswi ini merupakan ibu rumah tangga. Sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh tani.

Akademik mahasiswi tersebut tergolong berprestasi dengan nilai yang tinggi saat ditanya Luthfie.

"IPK 3.85. Nggak tahu kok tiba-tiba kepikiran nyuri," ucap mahasiswi.

"Nilai IPK 3.85 itu luar biasa," kata Luthfie.

Mendengar kisah hidup mahasiswi tersebut, Luthfie merasa empati dan memberikan sejumlah uang untuk membantu biaya kos serta kebutuhan lainnya.

"Dijual ya? (Barangnya) terus untuk apa? Bayar kosan?" ujar Luthfie.

"Berjanji tidak lagi mengulangi hal itu. Nanti saya bantu biaya kosan dan lain-lain ya," imbuhnya.

"Makasih, Pak,"'jawab mahasiswi.

Luthfi berpesan agar mahasiswi itu rajin belajar agar bisa cepat lulus dan bisa membantu ekonomi keluarganya.

"Bantu orang tua sama adiknya, ya," kata Luthfie.

Media files:
01kh0g39bcyxtt5beadk30m4y0.png image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar