Search This Blog

HIPMI Minta Skema Impor Pikap India Dikaji Ulang, Dorong Perakitan Lokal

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
HIPMI Minta Skema Impor Pikap India Dikaji Ulang, Dorong Perakitan Lokal
Feb 22nd 2026, 09:00 by kumparanOTO

Sejumlah pengunjung melintasi truk Tata pada pameran GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang, Sabtu (4/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sejumlah pengunjung melintasi truk Tata pada pameran GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang, Sabtu (4/8). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Rencana pengadaan mobil pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema impor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) dari India mendapat perhatian dari kalangan pengusaha muda.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekonomi desa, namun meminta agar pola pengadaan kendaraan ditinjau kembali secara komprehensif.

HIPMI menilai intervensi transportasi di wilayah pedesaan memang relevan untuk menurunkan biaya logistik, dan mempercepat distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok.

Namun, dalam skala pengadaan yang disebut mencapai sekitar 105.000 unit dengan nilai program ditaksir Rp 24 triliun, kebijakan tersebut dinilai memiliki implikasi strategis terhadap struktur industri manufaktur nasional.

Mahindra Scorpio Pikap yang resmi dipasarkan di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Mahindra Scorpio Pikap yang resmi dipasarkan di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira, mengatakan pola impor CBU berpotensi menempatkan sebagian besar nilai tambah di luar negeri. Ia mendorong agar skema pengadaan lebih diarahkan pada perakitan lokal melalui CKD atau pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.

"Program KDMP seharusnya tidak berhenti pada penyediaan armada logistik desa semata, tetapi dapat diarahkan sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional yang lebih luas," ujar Anggawira lewat pernyataan resmi kepada kumparan, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, dengan tingkat kandungan lokal 40-60 persen, belanja pemerintah melalui program ini berpotensi menjadi pengungkit aktivitas produksi domestik. Efek penggandanya disebut dapat menjalar ke sektor industri baja, sistem kelistrikan, ban, kaca, logistik, hingga jasa perawatan kendaraan.

Industri Baja Foto: Steven Shi/REUTERS
Industri Baja Foto: Steven Shi/REUTERS

HIPMI menilai keputusan antara impor atau produksi lokal bukan sekadar persoalan kecepatan pengadaan unit. Lebih dari itu, kebijakan tersebut menyangkut arah pembentukan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang.

"Skema pengadaan perlu mengedepankan kewajiban investasi fasilitas perakitan di dalam negeri, transfer teknologi, serta peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap," katanya.

Test drive Suzuki Carry pikap Foto: dok. SIS
Test drive Suzuki Carry pikap Foto: dok. SIS

Di tengah perdebatan mengenai dampak impor terhadap industri otomotif domestik, HIPMI memandang program KDMP dapat menjadi momentum untuk memperkuat rantai pasok nasional.

Organisasi tersebut mendorong agar implementasi KDMP tidak hanya menjawab kebutuhan logistik desa, tetapi sekaligus menjadi katalis pertumbuhan industri otomotif nasional yang berkelanjutan.

Media files:
trl5pyxh0hu5npvnyk3j.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar