Search This Blog

AS Dukung Pakistan di Tengah Perang Terbuka dengan Taliban Afghanistan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
AS Dukung Pakistan di Tengah Perang Terbuka dengan Taliban Afghanistan
Feb 28th 2026, 13:01 by kumparanNEWS

Seorang tentara berjaga di pos di Gerbang Persahabatan, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, di perbatasan antara kedua negara di Chaman, Pakistan, Jumat (27/2/2026). Foto: Abdul Khaliq Achakzai/REUTERS
Seorang tentara berjaga di pos di Gerbang Persahabatan, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, di perbatasan antara kedua negara di Chaman, Pakistan, Jumat (27/2/2026). Foto: Abdul Khaliq Achakzai/REUTERS

Amerika Serikat (AS) pada Jumat (27/2) menyatakan dukungan kepada Pakistan di tengah eskalasi konflik dengan Taliban Afghanistan, yang disebut sebagai perang terbuka.

AS berpandangan Pakistan menerapkan 'Hak Membela Diri' dari serangan Taliban.

Menurut Reuters, pernyataan itu muncul setelah Taliban menyatakan siap bernegosiasi menyusul serangan udara Pakistan ke sejumlah kota besar di Afghanistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS dalam pernyataan tertulis menyebut Washington berpihak pada Islamabad dalam konteks pertahanan diri.

"Amerika Serikat mendukung hak Pakistan untuk membela diri terhadap serangan dari Taliban, kelompok yang ditetapkan sebagai Teroris Global Khusus," kata juru bicara tersebut, dilansir Reuters.

Pakistan sendiri merupakan sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat. Sementara itu, Washington hingga kini tetap mengkategorikan Taliban Afghanistan sebagai kelompok teroris.

Petugas polisi memeriksa kendaraan sebagai langkah pengamanan, menyusul baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, di sepanjang jalan menuju bandara di Karachi, Pakistan, Sabtu (28/2/2026). Foto: Asim Hafeez/REUTERS
Petugas polisi memeriksa kendaraan sebagai langkah pengamanan, menyusul baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, di sepanjang jalan menuju bandara di Karachi, Pakistan, Sabtu (28/2/2026). Foto: Asim Hafeez/REUTERS

Diplomat AS Allison Hooker juga menyatakan telah berbicara dengan Sekretaris Luar Negeri Pakistan Amna Baloch pada Jumat waktu setempat, melalui platform X.

Kemlu AS mengaku mengetahui adanya peningkatan ketegangan dan pecahnya pertempuran antara Pakistan dan Taliban Afghanistan. Washington juga menyatakan berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam konflik tersebut.

"Taliban secara konsisten gagal memenuhi komitmen kontra-terorisme mereka," lanjut pernyataan itu.

Tentara Taliban memuat amunisi ke dalam kendaraan, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, dekat perbatasan Torkham, di Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Foto: Stringer/REUTERS
Tentara Taliban memuat amunisi ke dalam kendaraan, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan, dekat perbatasan Torkham, di Afghanistan, Jumat (27/2/2026). Foto: Stringer/REUTERS

AS juga menuding kelompok-kelompok teroris menggunakan wilayah Afghanistan sebagai landasan untuk melancarkan serangan.

Secara militer, Pakistan memiliki keunggulan signifikan dibanding Afghanistan, termasuk sebagai negara bersenjata nuklir dengan kekuatan militer yang jauh lebih modern.

Namun, Taliban dikenal piawai dalam perang gerilya setelah puluhan tahun bertempur melawan pasukan pimpinan AS, sebelum kembali berkuasa di Kabul pada 2021 menyusul penarikan pasukan AS yang berlangsung kacau.

Media files:
01kjhbcz8ewa5ap6xwvv02rfhz.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar