Search This Blog

Pesan Menag soal AI: Bisa Mempercepat Kemajuan Bangsa

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pesan Menag soal AI: Bisa Mempercepat Kemajuan Bangsa
Jan 3rd 2026, 11:13 by kumparanNEWS

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus diarahkan secara bijak agar tidak menjadi ancaman bagi kemanusiaan.

Menurutnya, AI memiliki potensi besar untuk mempercepat laju kemajuan bangsa, namun dapat menimbulkan dampak serius jika digunakan tanpa bimbingan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Menag menilai, AI dapat menjadi sumber energi baru yang mempercepat daya saing bangsa. Namun di sisi lain, jika tidak dikelola dengan baik, AI berpotensi memicu krisis kemanusiaan.

"AI itu seperti atom. Bisa menjadi sumber energi paling murah, tetapi juga bisa menjadi ancaman yang sangat berbahaya jika salah digunakan. Hiroshima dan Nagasaki adalah contoh bagaimana teknologi tanpa kendali moral bisa menghancurkan kemanusiaan," ujar Menag usai Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama di Lapangan Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1).

Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran negara, khususnya Kementerian Agama, dalam memberikan arah spiritual terhadap pengembangan dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

Ilustrasi menggunakan layanan kecerdasan buatan (AI). Foto: Summit Art Creations/Shutterstock
Ilustrasi menggunakan layanan kecerdasan buatan (AI). Foto: Summit Art Creations/Shutterstock

"Tanpa bimbingan spiritual, AI bisa melahirkan dehumanisasi baru. Manusia bisa kehilangan arah, kehilangan empati, dan kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya," katanya.

Nasaruddin juga mengungkapkan, Kemenag tengah mendorong kerja sama lintas negara dan lintas agama untuk merumuskan arah etis pengembangan teknologi, termasuk AI. Salah satunya melalui tindak lanjut Deklarasi Istiqlal-Vatikan yang menekankan pentingnya spiritual direction dalam perkembangan teknologi modern.

"Kami ingin AI ini dijinakkan, diarahkan agar proporsional. Jangan sampai teknologi justru menjadi bumerang atau malapetaka bagi umat manusia. Sebaliknya, AI harus menjadi energi yang mempercepat kemajuan bangsa di era kompetisi global," tuturnya.

Ia menambahkan, AI seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, serta pelayanan publik yang lebih efektif dan manusiawi, bukan menggantikan nilai-nilai dasar kemanusiaan itu sendiri.

"Peran Kementerian Agama adalah memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berada dalam koridor etika, moral, dan spiritual, agar membawa maslahat bagi umat dan bangsa," ujar Nasaruddin.

Dengan pendekatan tersebut, Nasaruddin berharap Indonesia mampu menjadi contoh negara yang tidak hanya unggul dalam inovasi teknologi, tetapi juga kuat dalam menjaga nilai kemanusiaan dan kerukunan sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.

Media files:
01jn0vrgf4pp50jarr9xkg9wby.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar