Search This Blog

Dari Ancaman ke Undangan: Trump Ajak Presiden Kolombia ke Gedung Putih

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dari Ancaman ke Undangan: Trump Ajak Presiden Kolombia ke Gedung Putih
Jan 8th 2026, 10:41 by kumparanNEWS

Kolase foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro.  Foto: AFP
Kolase foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Foto: AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih, Rabu (7/1), hanya beberapa hari setelah ia mengancam Kolombia dengan aksi militer terkait dugaan perdagangan narkoba.

Undangan itu muncul usai percakapan telepon pertama antara keduanya sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Menurut laporan Reuters, Trump mengatakan pertemuan tersebut akan digelar dalam waktu dekat, meski belum menyebutkan tanggal.

"Merupakan kehormatan besar berbicara dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menelepon untuk menjelaskan situasi soal narkoba dan berbagai perbedaan yang kami miliki," tulis Trump di platform Truth Social.

Trump mengaku menghargai nada bicara Petro dan siap bertemu langsung. Pertemuan di Washington DC itu sedang dipersiapkan Sekretaris Luar Negeri Marco Rubio dengan Menteri Luar Negeri Kolombia.

Sebelumnya, pada 3 Januari lalu, Trump sempat memperingatkan Petro untuk waspada setelah AS melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Trump bahkan menuding Petro terlibat dalam perdagangan narkoba tanpa bukti dan menjatuhkan sanksi finansial terhadap dirinya dan keluarga.

Saat ditanya soal kemungkinan intervensi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab, "itu terdengar bagus," seperti dikutip dari AFP.

Kolase foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro.  Foto: AFP
Kolase foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Foto: AFP

Secara terpisah, Petro menanggapi ancaman itu dengan tegas. "Saya siap mengangkat senjata," ujarnya pada Senin (5/1), sembari menyerukan demonstrasi nasional sebagai bentuk perlawanan.

Meski demikian, Petro mengaku melunakkan sikap setelah berbicara selama sekitar satu jam dengan Trump.

Laporan AFP hari ini (8/1), Petro menyatakan akan menghadiri pertemuan di Gedung Putih dan meminta agar kedua negara "membangun kembali komunikasi langsung antara presiden dan kementerian luar negeri".

Kolombia dan AS selama ini memiliki sejarah panjang kerja sama di bidang militer dan ekonomi, meski hubungan kedua pemimpin belakangan diwarnai ketegangan.

Media files:
01k87px2s8r3txzczmsc2m0wg9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar