Search This Blog

Rem Blong Saat Turunan, Ahli Ingatkan Bahaya Gunakan Rem Tangan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rem Blong Saat Turunan, Ahli Ingatkan Bahaya Gunakan Rem Tangan
Dec 26th 2025, 10:00 by kumparanOTO

Rem Blong Picu Laka Beruntun. Foto: Nuryatin Phaksy/kumparan
Rem Blong Picu Laka Beruntun. Foto: Nuryatin Phaksy/kumparan

Inisiatif memanfaatkan rem tangan atau parking brake saat kondisi darurat rem blong tidak disarankan. Hal ini dikarenakan roda akan dengan mudah terkunci dan menyebabkan kehilangan kendali.

"Tidak pernah direkomendasikan sama sekali (mengerem menggunakan rem tangan) dalam metode safety driving. Kalau dilakukan, rem akan mengunci dan menyebabkan mobilnya tidak terkendali," ungkap Instruktur Keselamatan Berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada kumparan.

Oleh karena itu, pengemudi sebaiknya memahami gejala-gejala brake failure atau brake fading. Supaya bisa mengambil tindakan antisipasi ketika situasi tersebut terjadi.

Ilustrasi rem tangan mobil. Foto: Dok. Godigit
Ilustrasi rem tangan mobil. Foto: Dok. Godigit

Kegagalan fungsi rem utamanya terjadi karena panas berlebih. Khususnya ketika lalu lintas stop and go, rem akan bekerja lebih keras namun tak bisa melepas panas.

"Ketika hill driving di daerah perbukitan, apalagi kondisi traffic tidak lancar, rem akan lebih panas, baik cakram maupun tromol akibat mobil tidak bergerak dan rem tidak menerima aliran udara, alhasil panasnya berlebih," ucap Jusri.

Apabila suhu rem terus meningkat, akan tiba di kondisi brake failure atau brake fading. Pada situasi ini, rem akan mengalami penurunan performa, membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh dibandingkan seharusnya.

Ilustrasi kondisi permukaan rem cakram kendaraan mobil berkarat. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Ilustrasi kondisi permukaan rem cakram kendaraan mobil berkarat. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Dampak panas itu akan menyebabkan brake fading. Jarak pengereman menjadi panjang. Untuk menghindari ini pengemudi tidak boleh terlalu sering mengandalkan rem terlalu lama," ucapnya.

"Kalau (transmisi) manual gunakan gigi rendah untuk memberikan efek engine brake. Untuk matik konvensional pindahkan ke low gear, kalau sudah tiptronic bisa kurangi posisi gigi jadi lebih rendah," sambung Jusri.

Adapun perlakuan khusus bagi mobil bertransmisi manual adalah jangan menurunkan gigi transmisi ketika di turunan. Sebab, saat menginjak kopling mesin akan melepas engine brake, membuat mobil meluncur tanpa hambatan.

"Lakukan penurunan gigi sebelum turunan, ketika berada di punggungan antara tanjakan dan turunan," katanya.

Transmisi manual Wuling Formo Max. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Transmisi manual Wuling Formo Max. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Solusi yang bisa dilakukan ketika mengalami brake failure tentu dengan mengorbankan mobil, khususnya ketika turunan. Pengemudi bisa menyandarkan mobilnya ke tebing atau kendaraan lain, dengan catatan bukan ditabrak.

"Harus berhitung, korbankan mobil atau nyawa penumpang atau orang lain? Yang harus dilakukan adalah cari objek keras seperti tebing, gundukan pasir, atau mobil yang sedang parkir untuk diserempet. Supaya membantu pengereman," pungkas Jusri.

Lajukan mobil menempel dengan tebing atau media lain yang ada. Hal ini ditujukan untuk menyerap energi gerak dari mobil dan menimbulkan gaya gesek, sehingga mobil bisa berhenti.

Media files:
01k8mkxpvbnr7m3ej7dn1drb5k.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar