Tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTOUsai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTOSelain itu sejumlah warga harus berjalan meniti kayu-kayu akibat tumpukan kayu-kayu yang memenuhi akses jalan di wilayah tersebut. Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTOFoto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTOFoto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTO
Tumpukan kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12).
Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut.
Selain itu sejumlah warga harus berjalan meniti kayu-kayu akibat tumpukan kayu-kayu yang memenuhi akses jalan di wilayah tersebut.
Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar