Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan renovasi Gedung Gereja HKI Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (16/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tak boleh ada yang menahan perizinan pembangunan rumah ibadah apabila seluruh persyaratannya telah dipenuhi.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan renovasi Gedung Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (16/11).
"Nggak boleh lagi kalau persyaratannya itu sudah lengkap, pembangunan rumah-rumah ibadah, rumah ibadah apa saja, ditahan-tahan, enggak boleh lagi," tegas Pramono di hadapan jemaat.
Ia mengatakan komitmen tersebut selaras dengan prinsipnya sebagai pemimpin daerah.
"Saya kalau jadi gubernur, maka saya akan menjadi gubernur bagi semua agama. Dan itu secara konsisten saya lakukan," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan renovasi Gedung Gereja HKI Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (16/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Pramono juga meminta jajarannya untuk memastikan proses perizinan berjalan adil dan transparan.
"Maka yang seperti ini saya bilang untuk betul-betul dicermati. Karena bagi saya menjadi pemimpin bagi semua agama, semua umat itu lebih utama dan harus adil," katanya.
Di kesempatan yang sama, Pramono menjelaskan sejarah Gereja HKI Tanjung Priok yang telah berdiri selama 52 tahun. Ia mengapresiasi komitmen jemaat, pengurus, dan para donatur yang melakukan renovasi secara swadaya.
"Saya sungguh menyampaikan apresiasi kepada saudara-saudara sekalian, para jemaat, pengurus gereja dan para donatur yang telah menunjukan komitmen kuat untuk membangun gereja ini dengan melakukan renovasi secara swadaya, walaupun masih kurang," tutur Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan renovasi Gedung Gereja HKI Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (16/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurutnya, keberadaan gereja ini menggambarkan kuatnya nilai solidaritas dan kebersamaan warga di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk. Ia berharap renovasi yang diresmikan hari ini dapat meningkatkan pelayanan jemaat, khususnya bagi warga Tanjung Priok.
"Apalagi di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk, multikultur, multietnik. Tentunya keberadaan gereja ini pasti dibangun dengan berbagai hal senang, susah, sedih, dan sebagainya yang dialami bersama-sama," kata Pramono.
"Maka saya sungguh berharap kiranya keberadaan gereja ini bisa memberikan pelayanan terbaik yang dilakukan di Tanjung Priok ini, terutama bagi para pekerja yang ada," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar