Search This Blog

Reza Bagikan Tips Sukses Raih Beasiswa Studi Magister di AS

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Reza Bagikan Tips Sukses Raih Beasiswa Studi Magister di AS
Nov 1st 2025, 08:16 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Reza Maulana Hikam (kanan). Foto: Dok pribadi
Reza Maulana Hikam (kanan). Foto: Dok pribadi

Semangat dan ketekunan yang tinggi membawa Reza Maulana Hikam, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), menempuh studi magister di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Reza berhasil meraih beasiswa Graduate Degree Fellowship dari East-West Center, lembaga riset di bawah Pemerintah Federal Amerika Serikat yang berlokasi di Honolulu, Hawaii.

Pria kelahiran Gresik yang besar di Surabaya itu menyelesaikan studi sarjananya di Program Studi Administrasi Negara (kini Administrasi Publik) FISIP Unair pada tahun 2019. Keinginannya untuk memahami akar persoalan sosial dan ideologi membawa Reza melanjutkan studi di University of Hawai'i at Mānoa (UH Mānoa), mengambil jurusan S2 Sejarah.

"Dulu di administrasi negara saya diajari cara menganalisis masalah. Tapi saya ingin melihat lebih dalam lagi, mencari akar dari persoalan sosial, termasuk soal terorisme dan ideologi," ujarnya.

Selama di UH Mānoa, Reza dibimbing oleh Leonard Andaya, seorang sejarawan Asia Tenggara.

"Kebetulan Leonard memiliki fokus kajian yang sama dengan saya, terutama mengenai Sulawesi. Saya beruntung bisa belajar langsung di bawah bimbingan mereka," tambahnya.

Reza menjelaskan bahwa beasiswa East-West Center (EWC) terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.

"Saya sempat berdiskusi dengan Prof. Abdullah Dahana, alumni UH Mānoa. Beliau menyarankan saya menghubungi Prof Leonard dan dari situ semua prosesnya mulai berjalan," ungkapnya.

Selama studi di Amerika, Reza aktif mengikuti kegiatan akademik dan diskusi lintas budaya. Pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi momen berharga baginya.

"Saya belajar banyak tentang perbedaan cara pandang dan budaya. Itu membuat saya lebih sensitif dan terbuka terhadap berbagai jenis orang," katanya.

Selain itu, ia juga memberikan tips mendapatkan beasiswa di luar negeri. Misalnya menyiapkan urusan administrasi dan menentukan dosen pembimbing (dosbing) potensial.

"Mendapatkan dosbing sebelum mendaftar itu bisa menjadi nilai tambah saat pendaftaran. Hal itu menunjukkan kalau kita serius berkuliah ke luar negeri. Mereka lah yang akan menjadi penanggung jawab kita saat kuliah di luar negeri," jelasnya.

Selain sistem pendidikan yang berbeda, Reza menyoroti suasana akademik yang hangat di kampusnya.

"Setiap awal dan akhir semester, departemen selalu mengadakan makan siang bersama. Di akhir semester, acara itu juga menjadi ajang pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi," tuturnya.

Kini, Reza aktif sebagai peneliti bidang sejarah dan ideologi di Nusantara Center for Social Research, Surabaya, sekaligus Tenaga Ahli Editor (ad hoc) di Komnas Perempuan.

Ia mengaku bahwa ketelitian dalam penelitian dan kepenulisan yang dilatih selama kuliah di Honolulu sangat berguna dalam pekerjaannya sekarang.

"Leonard sangat ketat dalam membimbing. Ia melatih saya memahami data secara cermat dan menulis tanpa bertele-tele. Bekal itu sangat berharga dalam pekerjaan riset maupun editorial," ujarnya.

Reza berpesan bagi mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan kuliah ke luar negeri agar mempersiapkan diri dengan baik.

"Kuliah di luar negeri itu untuk belajar, bukan liburan. Fokuslah pada kurikulum, pusat kajian, dan kualitas dosen. Pastikan juga semua dokumen administratif lengkap dan siap," pesannya.

Media files:
01k8ydaz013cmabwm1h0e74sdj.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar