Lembaga Konsultan Internasional, Kearney, menyatakan posisi Jakarta mengalami kenaikan peringkat dari 74 ke 71. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta semakin memperkuat posisinya di kancah global. Baru-baru ini, Lembaga Konsultan Internasional, Kearney, merilis daftar Global Cities Index (CGI) 2025 yang menyatakan posisi Jakarta mengalami kenaikan peringkat, dari 74 menjadi 71. Pada posisi ini, Jakarta mengungguli kota-kota lain, seperti Perth di Australia dan Ho Chi Minh di Vietnam.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi seluruh kerja keras dan partisipasi masyarakat atas pencapaian ini. Menurutnya, partisipasi publik menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
"Dalam waktu singkat, sekitar lima hingga tujuh bulan, kita mampu naik tiga hingga empat tingkat. Kalau bukan karena partisipasi publik, tentu tidak akan mungkin," tutur Pramono.
Sebelumnya, posisi Jakarta di GCI 2025 berada di posisi 74 pada 2024. Kenaikan ini menandai tren positif setelah satu dekade penurunan peringkat sejak 2015.
Peningkatan peringkat Jakarta itu didorong oleh dua dimensi utama, yakni Human Capital (+13 peringkat) dan Political Engagement (+4 peringkat). Kenaikan skor tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas sumber daya manusia serta penguatan peran Jakarta dalam jejaring global.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Masyarakat pun turut mengapresiasi prestasi ini. Dwi Putri (29), salah satunya. Karyawan swasta yang bekerja di Jakarta itu berharap, adanya peningkatan peringkat dapat membuat Jakarta semakin maju seperti kota-kota besar dunia.
"Aku berharap banget transportasi di Jakarta kayak di Korea, sih. Jadi, satu sama lain nyambung dan terintegrasi, walaupun rutenya jauh-jauh. Semoga dengan naiknya peringkat ini, impian tersebut bisa cepat terwujud," katanya saat di wawancara Kumparan, Kamis (13/11).
Pariwisata Jadi Strategi Jakarta Menarik Mata Dunia
Pariwisata menjadi salah satu strategi Pemprov DKI untuk naik peringkat di GCI. Strategi ini ditunjukkan melalui partisipasi pada berbagai event berskala internasional. Salah satunya, Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) dan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE-PIK2) pada bulan Oktober lalu.
Event berskala internasional itu mengusung tema 'Connecting Business, Discovering Experiences' dan diinisiasi oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dengan dukungan Kementerian Pariwisata. Kegiatan tersebut menghadirkan tradeshow business to business (B2B) yang mempertemukan 200 international buyers dengan lebih dari 250 sellers industri pariwisata nasional.
Lembaga Konsultan Internasional, Kearney, menyatakan posisi Jakarta mengalami kenaikan peringkat dari 74 ke 71. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
"Kami berharap keikutsertaan para seller yang kami fasilitasi dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama, memperluas pasar, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara ke Jakarta," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata.
Menurut Andhika, keikutsertaan Jakarta dalam WITF dan SEABEF 2025 bukan sekadar pameran, melainkan bagian dari strategi besar dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan.
"Melalui promosi yang terarah, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan citra Jakarta di mata dunia, diharapkan target peningkatan pergerakan wisatawan tahun 2025 dapat tercapai sekaligus memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kota dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam penilaian Kearney GCI 2025, jumlah wisatawan internasional meningkat tajam, dari peringkat 83 ke 58, menunjukkan daya tarik Jakarta sebagai kota global semakin kuat. Ke depan, Pemprov DKI terus berupaya membuktikan bahwa Jakarta dapat menjadi kota yang tangguh, terbuka, dan berdaya saing tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar