Search This Blog

Kisah Pelajar SMP di Surabaya Olah 20 Ton Lebih Sampah Organik Jadi Eco Enzim

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Pelajar SMP di Surabaya Olah 20 Ton Lebih Sampah Organik Jadi Eco Enzim
Nov 27th 2025, 07:30 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Princess Zelda Ilmiah (kerudung hitam, pegang microphone). Foto: Masruroh/Basra
Princess Zelda Ilmiah (kerudung hitam, pegang microphone). Foto: Masruroh/Basra

Usianya masih belia, namun kepeduliannya terhadap lingkungan cukup besar. Didasari atas keprihatinan akan banyaknya sampah, khususnya sampah organik, yang banyak dijumpai di pasar-pasar, kampung, rumah tangga, dan sekolah, Princess Zelda Ilmiah, SMPN 29 Surabaya, berinisiasi untuk mengolah sampah organik menjadi eco enzim dan kompos.

Hebatnya, sejak mulai memproduksi eco enzim pada Mei 2025 lalu, hingga kini Princess telah mengolah sekitar 20,3 ton sampah organik.

"Saya membuat eco enzim dari kulit buah seperti kulit buah nanas, pepaya, jeruk, secara mandiri di rumah, sekolah, dan beberapa kampung di Surabaya," tutur finalis Putri Lingkungan Hidup 2025 ini, Kamis (27/11).

Eco-enzim adalah cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik (sisa buah dan sayuran) dengan gula dan air. Cairan ini dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk, pestisida, dan desinfektan, serta ramah lingkungan karena mengurangi limbah dan bahan kimia sintesis berbahaya.

Di lingkungan sekolahnya, Princess menjadi penggerak pengolahan sampah organik melalui program 'One Class, One Takakura' serta 'Organic Waste Corner Management'. Aksinya dilakukan dengan mengajak warga sekolah untuk mengumpulkan sampah organik melalui aksi gerebek pasar, mengisi sumur komposter, membuat eco enzim bersama, serta merawat komposter takakura di kelas masing-masing.

Komposter takakura adalah metode sederhana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos menggunakan keranjang berlubang yang dilapisi kardus, bantal sekam, dan kain.

Selain di sekolah, Princess juga cukup gigih melakukan sosialisasi kepada warga kampung di Surabaya terkait pemanfaatan sampah organik untuk eco enzim.

"Saya melakukan sosialisasi dan edukasi pengolahan sampah organik secara langsung kepada warga kampung dan masyarakat umum melalui berbagai media offline dan online," ujar remaja berhijab ini.

Sepak terjang remaja berkacamata ini melakukan aksi nyata peduli lingkungan melalui proyek eco enzim membuatnya dipercaya menjadi pembicara pengolahan sampah organik tingkat nasional seperti webinar Tunas Hijau dan konferensi anak nasional 2025, pembicara di tingkat internasional dalam International Kids Conference 2025.

Dukungan penuh dari keluarga membuat Princess bersemangat menjalankan aksinya. Bahkan kini Princess sedang mengembangkan produk turunan eco enzim melalui riset produk, seperti eco enzim untuk relaksasi, dan eco enzim untuk penyembuh luka bedah kecil atau luka bakar.

"Saya akan terus mengumpulkan dan mengolah sampah organik secara mandiri di rumah, sekolah, dan kampung mitra, melalui berbagai media pengomposan. Targetnya sampai bulan Desember nanti ada 25 ton sampah organik yang dikelola," tandasnya.

Media files:
01kb1b9mb5fq9v6mwzec1pdanr.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar