Search This Blog

Dhaka Mencekam: Puluhan Bom Rakitan Meledak Jelang Vonis Eks PM Sheikh Hasina

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dhaka Mencekam: Puluhan Bom Rakitan Meledak Jelang Vonis Eks PM Sheikh Hasina
Nov 17th 2025, 12:04 by kumparanNEWS

Kediaman mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina. Foto:  Munir Uz zaman/AFP
Kediaman mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina. Foto: Munir Uz zaman/AFP

Sejumlah bom rakitan meledak di ibu kota Bangladesh, Dhaka, pada Minggu (16/11). Rangkaian ledakan itu terjadi jelang vonis terhadap eks Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Senin (17/11).

Hasina didakwa atas protes yang berujung kekerasan di Bangladesh tahun lalu. Dalam kejadian tersebut, Hasina memutuskan kabur ke India.

Keterangan kepolisian menyebut ada sekitar 30 bom rakitan yang meledak menjelang putusan terhadap Hasina. Di samping itu sejumlah bus di Dhaka dibakar massa.

Para pengunjuk rasa membakar Museum Peringatan Bangabandhu, bekas kediaman Syekh Mujibur Rahman, ayah dari mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, saat mereka menyerbu Museum tersebut, di Dhaka pada tanggal 5 Februari 2025. Foto: MUNIR UZ ZAMAN / AFP
Para pengunjuk rasa membakar Museum Peringatan Bangabandhu, bekas kediaman Syekh Mujibur Rahman, ayah dari mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, saat mereka menyerbu Museum tersebut, di Dhaka pada tanggal 5 Februari 2025. Foto: MUNIR UZ ZAMAN / AFP

Tidak ada korban maupun kerusakan akibat rangkaian ledakan itu.

Menurut laporan media lokal, kepolisian di Dhaka menginstruksikan anggotanya melepaskan tembakan terhadap pelaku kerusuhan dan aksi yang membahayakan nyawa.

Setelah rangkaian ledakan, keamanan di seluruh wilayah Dhaka diperketat. Wilayah dengan pengamanan paling ketat adalah Gopalganj, yang merupakan daerah asal Hasina.

Untuk membantu penjagaan keamanan, personel aparat penjaga perbatasan Bangladesh telah dikerahkan ke berbagai titik di ibu kota.

Penjagaan ekstra juga terlihat di berbagai gedung penting pemerintahan serta di persimpangan jalan utama di Bangladesh.

"Kondisi sangat tegang, tidak ada yang keluar," kata seorang penarik becak di Dhaka, Ramjan Ali, seperti dikutip dari Reuters.

"Saya sudah di jalan sejak pagi, tetapi saya hampir tidak mendapatkan apa-apa hari ini," sambung dia.

Sheikh Hasina. Foto: AFP
Sheikh Hasina. Foto: AFP

Sementara itu, Hasina (78) akan diadili secara in absentia atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia diduga memerintahkan tindakan kekerasan terhadap protes anti-pemerintah.

Protes tersebut menyebabkan Hasina terguling dari kekuasaannya. Dalam berbagai pernyataan, ia membantah tuduhan memerintahkan kekerasan maupun tudingan lainnya.

Media files:
01k1t1trdqhqq315476rv41azm.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar