Search This Blog

Menuju Implementasi, Peneliti ITB Ungkap Pentingnya Hilirisasi Bioetanol

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menuju Implementasi, Peneliti ITB Ungkap Pentingnya Hilirisasi Bioetanol
Oct 21st 2025, 11:30 by kumparanOTO

SVPTechnology & Innovation Pertamina, Oki Muraza melakukan pengisian secara simbolis bahan bakar Bioethanol pada acara Pengisian Perdana Bioethanol Sorgum Pertamina & Toyota yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang pada Rabu (24/7/2024). Foto: Pertamina
SVPTechnology & Innovation Pertamina, Oki Muraza melakukan pengisian secara simbolis bahan bakar Bioethanol pada acara Pengisian Perdana Bioethanol Sorgum Pertamina & Toyota yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang pada Rabu (24/7/2024). Foto: Pertamina

Proses transisi energi berkelanjutan menggunakan bahan bakar minyak dengan campuran etanol 10 persen atau bioetanol, tengah digencarkan oleh pemerintah. Namun Peneliti Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ronny Purwandy mengingatkan agar hilirisasinya perlu ditata kembali.

Menurutnya penguatan hilirisasi menjadi langkah yang tak bisa ditunda, tanpa hilirisasi yang matang, implementasi bioetanol berpotensi tersendat, dalam artian kurang pasokan.

"Pertama, kebunnya harus benar, tebunya jangan kurus-kurus gitu. Kedua, pabriknya harus lebih efisien. Kita tahu pabrik gula di Indonesia, terutama yang dari dari PTPN (Perkebunan Nusantara) itu boros, rugi terus," ujarnya saat dijupai di Hotel Gran Mulia, Jakarta, Senin (20/10).

Tokoh adat berdoa di kebun tebu sebelum tradisi Petik Tebu Temanten di Desa Banaran, Sambung Macan, Sragen. Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO
Tokoh adat berdoa di kebun tebu sebelum tradisi Petik Tebu Temanten di Desa Banaran, Sambung Macan, Sragen. Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Hilirisasi bioetanol harus mencakup rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku, proses pengolahan menjadi etanol, hingga sistem distribusi dan pencampuran dengan bahan bakar konvensional di SPBU.

"Antara kebun tebu, pabrik gula, pabrik etanol, (harusnya) jadi satu perusahaan," tambah Ronny.

Sementara, fakta di Indonesia katanya saat ini produksi etanol diproses secara terpisah di perusahaan yang berbeda, antara pengolahan bahan baku tebu dan gula, serta pabrik etanol. Hal tersebut yang memicu naiknya harga produk akhir.

Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa
Ilustrasi Pertamax Green 95. Foto: Dok. Istimewa

Berdasarkan hal tersebut Ronny mengungkap kesiapan industri bioetanol kemungkinan belum bisa diimplementasi tahun depan. Artinya apabila ini belum siap, pasokan bioetanol bisa menjadi tidak stabil dan berbiaya tinggi, sehingga akhirnya membebani sektor transportasi dan konsumen.

"Hitung-hitungannya belum (siap). Karena kalau mengandalkan industri bioetanol (di Indonesia) saat ini itu belum. Walaupun kita bangun pabrik etanol sekarang juga, belum yakin bisa jadi tahun depan," katanya.

Diversifikasi sumber etanol

Lebih lanjut Indonesia punya potensi besar mengembangkan bioetanol dari bahan baku lokal. Produksi tebu, singkong, hingga jagung di berbagai daerah bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi tanpa mengganggu ketahanan pangan.

"Dengan kebutuhan etanol sebagai bahan bakar, tentu kapasitasnya sangat besar. Dalam hal ini ada kemungkinan semua lahan dipakai untuk memproduksi hingga deforestasi, kemudian ada konflik dengan pangan. Padahal kalau dihitung misal sawit, kebutuhan pangan sudah terpenuhi, sisanya dijadikan energi," katanya.

Ilustrasi etanol. Foto: Shutterstock
Ilustrasi etanol. Foto: Shutterstock

Berkaca dari negara lain, India dengan kandungan E20 menggunakan etanol dari tebu. Adapun di Thailand berasal dari singkong dengan kandungan pati mencapai 30 persen.

"Salah satu solusinya memanfaatkan lahan tidur atau bahan yang tidak dijadikan pangan seperti limbah pertanian, misalnya tandan sawit. Serta riset dan inovasi untuk produksi bioetanol generasi kedua dan ketiga menggunakan mikro alga," tuntasnya.

Media files:
01k4pwfws8yxc0vjft82apr5ab.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar