Search This Blog

Jaga Kesehatan di Masa Pensiun dengan Program JKN BPJS Kesehatan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jaga Kesehatan di Masa Pensiun dengan Program JKN BPJS Kesehatan
Oct 10th 2025, 09:32 by kumparanBISNIS

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun (tengah) pada Sinergi Program JKN Bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Kota Surakarta, Rabu (9/10). Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun (tengah) pada Sinergi Program JKN Bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Kota Surakarta, Rabu (9/10). Foto: Dok. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi dan pemahaman publik terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Sinergi Program JKN Bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI)" yang digelar di Kota Surakarta, Rabu (9/10).

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan forum diskusi antara BPJS Kesehatan dan para anggota PWRI, mengenai hak, kewajiban, serta kemudahan layanan bagi peserta Program JKN. David menyampaikan bahwa per 1 Oktober 2025 jumlah peserta JKN telah mencapai 282,75 juta atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

"Capaian tersebut menandai keberhasilan Program JKN yang telah berjalan lebih dari satu dekade sejak diluncurkan pada tahun 2014, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 yang menargetkan capaian 98 persen peserta JKN. Hal ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadikan Program JKN sebagai asuransi kesehatan terbesar di dunia," ujar David.

David menegaskan, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN.

Sejumlah upaya dilakukan, seperti penerapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal peserta JKN di fasilitas kesehatan, yang memungkinkan peserta mendapatkan pelayanan cukup dengan menunjukkan KTP tanpa perlu membawa kartu fisik BPJS Kesehatan, juga tidak perlu lagi fotokopi berkas saat mengakses layanan kesehatan.

"BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan akses layanan digital seperti antrean online di Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta mendapatkan nomor antrean di fasilitas kesehatan tanpa harus antre lama, sehingga mengurangi waktu tunggu dan memperbaiki kenyamanan layanan di fakses. Lalu terdapat simplifikasi proses rujukan untuk peserta dengan kondisi tertentu seperti hemodialisis, thalassemia, hemofilia, dan peserta Program Rujuk Balik (PRB)," terang David.

Selain itu, evaluasi terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan, seperti pelaksanaan survei kepuasan peserta setiap tahun, pemanfaatan kanal digital seperti ulasan pada Google Review, standardisasi pelayanan tatap muka di seluruh kantor operasional, serta perluasan kanal layanan administrasi dan informasi.

"Upaya tersebut terbukti efektif, tercermin dari peningkatan Customer Satisfaction Index (CSI) peserta yang naik dari 81,5 pada tahun 2020 menjadi 92,1 pada tahun 2024, serta peningkatan tingkat pemahaman peserta dari 91,8 menjadi 96,5," kata David.

Pemanfaatan layanan kesehatan melalui JKN mengalami peningkatan yang signifikan. David mengatakan, dari 92 juta kunjungan layanan kesehatan pada 2014, melonjak menjadi lebih dari 700 juta kunjungan pada tahun 2024.

"Total pengeluaran pembiayaan layanan kesehatan selama periode tersebut mencapai Rp 1.087 triliun, di mana beban terbesar berasal dari pembiayaan penyakit berbiaya katastropik seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal kronis," terang David.

Sebagai langkah promotif dan preventif, BPJS Kesehatan telah mengembangkan beragam inovasi seperti Skrining Riwayat Kesehatan sebagai upaya promotif preventif, termasuk bagi peserta lanjut usia.

David menjelaskan, Skrining Riwayat Kesehatan dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, atau dibantu petugas di Puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri.

"Peserta cukup mengisi pertanyaan seputar riwayat penyakit, keluarga, dan gaya hidup, dan dilakukan satu kali setiap tahun. Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, peserta akan mendapatkan pemahaman lebih baik terhadap kondisi kesehatan, serta pencegahan risiko penyakit sejak dini," jelas David.

Menurut David, selain terjalin komunikasi yang semakin erat antara BPJS Kesehatan dan para anggota PWRI, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan efektif dalam menyebarluaskan informasi tentang Program JKN secara lebih luas, tepat sasaran, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Ketua Umum PB PWRI, Setyanto P Sentosa, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam menyediakan beragam layanan digital yang telah dikembangkan. Ia menilai bahwa inovasi yang diinisiasi BPJS Kesehatan semakin memudahkan saat mengakses pelayanan kesehatan.

"Saya menilai pelayanan BPJS Kesehatan sudah bagus. Jarang sekali saya mendengar keluhan dari anggota soal layanan BPJS Kesehatan. Sekali lagi terima kasih sudah memfasilitasi kegiatan ini yang pasti sangat bermanfaat bagi kami," ujarnya.

Setyanto menambahkan, PWRI juga memiliki program rutin yakni olahraga bersama. Hal ini sejalan dengan langkah promotif dan preventif BPJS Kesehatan, serta menjaga badan tetap bugar agar para anggota dapat menikmati hidup di usia senja tanpa mengkhawatirkan soal kesehatan,

Dalam kegiatan tersebut juga hadir dr. Boyke Dian Nugraha yang memberikan edukasi kepada peserta tentang menjaga kesehatan di usia senja. Ia mengatakan bahwa penting menjaga kesehatan di usia senja agar tetap aktif dan bahagia.

"Kunci utama untuk tetap bugar dan bahagia di masa pensiun adalah menjaga pola hidup seimbang, mulai dari memperhatikan asupan makanan bergizi, rutin berolahraga sesuai kemampuan, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup. Menjaga kesehatan mental dan tetap aktif dalam kegiatan sosial juga menjadi bagian penting untuk mempertahankan kualitas hidup di usia lanjut," jelas dr. Boyke.

Melalui kegiatan ini tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat tentang Program JKN, menurut dr. Boyke, juga membantu membangun kesadaran bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini agar masa tua dapat dijalani dengan bahagia.

Media files:
01k75z6025bq2px0907qttc9rw.png image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar