Ilustrasi lalu lintas jalan raya saat hujan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Hujan di Jakarta disebut peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova mengandung mikroplastik berbahaya. Lantas, apakah kontaminasi ini berlangsung sementara atau permanen?
"Sumber utama hujan mikroplastik adalah aktivitas manusia— terutama dari kendaraan, pakaian sintetis, pembakaran sampah, dan pencemaran laut. Fenomena ini memperlihatkan bahwa polusi plastik kini sudah memasuki siklus hidrologi bumi secara permanen," kata ahli kesehatan masyarakat UI, Ngabila Salama, dalam keterangannya, Kamis (23/10).
Berikut penjelasan lengkap Ngabila seputar deretan penyebab hujan di Jakarta bermikroplastik:
1. Emisi Mikroplastik ke Udara
• Pakaian sintetis seperti polyester, nilon, dan akrilik melepaskan serat mikroplastik saat dicuci atau dipakai. Serat ini terbawa angin ke atmosfer.
• Ban kendaraan dan rem mobil menghasilkan debu mikroplastik akibat gesekan saat berkendara. Partikel ini menjadi salah satu sumber utama polusi udara mikroplastik di kota besar.
• Industri dan konstruksi yang menggunakan bahan plastik, cat, atau pelapis juga melepaskan mikroplastik ke udara.
2. Penguapan dari Laut dan Permukaan Air
• Laut dan sungai yang tercemar plastik memancarkan partikel mikroplastik ke udara melalui proses aerosolisasi (percikan ombak dan angin).
• Mikroplastik yang sangat ringan dapat naik ke lapisan atmosfer rendah dan ikut membentuk awan.
Ilustrasi bakar sampah. Foto: Shutter Stock
3. Pembakaran Sampah Plastik
• Pembakaran terbuka plastik di tempat pembuangan sampah atau di area permukiman melepaskan mikroplastik dan gas beracun ke udara.
• Partikel hasil pembakaran ini dapat naik ke atmosfer dan terbawa angin jauh sebelum akhirnya turun bersama hujan.
4. Transportasi Jarak Jauh di Atmosfer
• Angin dapat membawa mikroplastik dari daerah perkotaan atau pesisir hingga ke gunung dan kutub, menunjukkan bahwa partikel ini bisa berpindah lintas benua.
• Setelah mencapai lapisan awan, mikroplastik bertindak sebagai inti kondensasi awan, memicu terbentuknya tetesan air dan ikut turun sebagai hujan.
5. Degradasi Plastik di Alam
• Paparan sinar matahari, gesekan, dan pelapukan menyebabkan plastik besar hancur menjadi mikroplastik.
• Partikel ini kemudian terbawa oleh angin, hujan, atau air tanah ke atmosfer dan siklus air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar