YouTube yang dimiliki Alphabet setuju membayar USD 24,5 juta atau sekitar Rp 408,9 miliar (kurs dolar Rp 16.690) untuk menyelesaikan gugatan hukum yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penangguhan akunnya usai kerusuhan di Gedung Capitol, Januari 2021. Kesepakatan ini tercatat dalam dokumen pengadilan pada Senin (29/9).
Dengan langkah ini, Google, induk perusahaan YouTube, menjadi perusahaan teknologi besar terakhir yang menyelesaikan gugatan Trump.
Sebelumnya, Trump juga menggugat Twitter (kini X) dan Facebook (Meta) pada Juli 2021 dengan tuduhan membungkam pandangan konservatif secara tidak adil. Meta dan X sudah lebih dulu sepakat membayar untuk mengakhiri perkara tersebut.
Dikutip dari Reuters, Selasa (30/9), dalam penyelesaian dengan YouTube, sekitar USD 22 juta disalurkan atas nama Trump ke Trust for the National Mall, sebuah lembaga non profit yang mendukung pembangunan ballroom senilai USD 200 juta yang tengah digarap Trump di kawasan Gedung Putih.
Pekerjaan di fasilitas seluas 90.000 kaki persegi (8.361,27 meter persegi) tersebut diharapkan akan selesai jauh sebelum masa jabatan empat tahun Trump berakhir pada Januari 2029.
Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Lebih lanjut, sisanya akan dibayarkan kepada penggugat lain, termasuk American Conservative Union, penyelenggara acara Conservative Political Action Conference dan penulis asal AS, Naomi Wolf.
Meski membayar denda, YouTube menegaskan tidak mengakui adanya kesalahan dan tidak akan mengubah produk maupun kebijakan mereka. Akun Trump sendiri sebenarnya tidak dihapus pada 2021, hanya ditangguhkan untuk mengunggah konten baru. Akun itu baru dipulihkan pada 2023.
Sebagai perbandingan, pada Januari 2025, Meta sepakat membayar sekitar USD 25 juta, sedangkan X membayar sekitar USD 10 juta pada Februari untuk menyelesaikan gugatan serupa oleh Trump.
Dari nilai yang dibayarkan Meta, sebesar USD 22 juta diarahkan untuk dana pembangunan perpustakaan presiden Trump di Miami, Florida.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar