Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksaan makan bergizi gratis (MBG) masih belum maksimal. Masih ada banyak kekurangan hingga kasus keracunan massal.
Prabowo menuturkan, hingga September 2025, penerima manfaat MBG sudah mencapai 30 juta jiwa. Mereka terdiri dari anak-anak dan ibu hamil.
"Sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat, 30 juta anak ibu hamil tiap hari menerima makanan. Bahwa ada kekurangan ua, ada keracunan makan iya, kita hitung," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9).
Dari data yang didapat Prabowo, kesalahan dan penyimpangan memang masih ada.
"Dari semua makanan yang keluar, penyimpangan kesalahan itu 0,00017 persen. Ini tidak membuat bahwa kita puas dengan itu," ucap Prabowo.
Prabowo memastikan, program MBG akan terus dievaluasi agar semakin baik. Ia mengingatkan manfaat MBG lebih besar dibandingkan kekurangannya.
"Tapi namanya usaha manusia yang demikian besar belum pernah dilaksanakan, saya kita dalam sejarah dunia Brasil memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, kita 11 bulan untuk 30 juta," ucap Prabowo.
Ada kekurangan ada, tapi manfaatnya sangat, sangat besar, kita tidak bisa menduga, mungkin PKS di daerah merasakan, pasti tapi banyak elite tidak bisa menduga anak-anak kita, rakyat kita makan nasi pakai garam."--Presiden Prabowo Subianto.Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meninjau program Makan Bergizi Gratis di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025). Foto: Dok. BPMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar