Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers saat melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (7/9) mengeluarkan apa yang disebutnya peringatan terakhir untuk Hamas. Dia meminta Hamas menerima kesepakatan yang mewajibkan seluruh sandera di Gaza dilepaskan.
"Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya Hamas juga menerima. Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya," kata Trump lewat unggahan di media sosial seperti dikutip dari AFP.
Tak lama setelahnya Hamas langsung merespons komentar Trump. Mereka memastikan segera duduk di meja perundingan.
"Kami akan membahas beberapa gagasan dari AS yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata," ujar Hamas.
Hamas juga meminta Israel mematuhi kesepakatan jika telah disetujui para pihak.
"Kami juga menuntut adanya jaminan bahwa musuh akan secara terbuka dan tegas berkomitmen pada apa yang disepakati, agar tidak terulang pengalaman sebelumnya ketika kesepakatan dicapai, tapi kemudian ditolak dan dibatalkan," ujar Hamas.
Hamas juga mencontohkan proposal mediator yang disetujuinya di Kairo pada 18 Agustus, tapi hingga kini Israel tak merespons, bahkan meningkatkan serangannya ke Gaza.
Utusan Trump Kirim Proposal
Adapun Trump tidak membeberkan persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh Hamas. Tetapi, dari laporan media Axios, utusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, sudah mengirimkan proposal gencatan senjata terbaru meliputi sandera dan gencatan senjata ke Hamas pada pekan lalu.
Sedangkan pada pernyataan lanjutan, Trump memastikan detail perihal gencatan senjata akan segera diumumkan. Ia lalu menyebut negosiasi yang akan berjalan dalam semangat positif.
"Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat baik. Hal-hal baik bisa saja terjadi. Saya rasa kita akan segera mencapai kesepakatan terkait Gaza," ucap Trump.
Sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, sebanyak 251 warga Israel disandera. Israel meyakini 47 masih disandera di Gaza. Tapi, 25 di antaranya sudah meninggal dunia. Sementara, lebih 63 ribu warga Gaza akibat agresi militer Israel sejak 7 Oktober 2023.
Serangan Israel ke Gaza City
Imbas serangan Israel di Gaza City Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Komentar Trump terlontar ketika Israel menyerang kawasan permukiman di kota terbesar di Gaza, Gaza City, pada Minggu (7/9).
Serangan merupakan perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tentaranya lebih dalam lagi menyerang kawasan pusat permukiman di Gaza City.
Laporan badan pertahanan sipil Gaza, serangan Israel ke Gaza City pada Minggu kemarin menewaskan 48 orang. Serangan udara Israel membuat pula gedung-gedung di Gaza City rata dengan tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar