Sebanyak 6 dari 10 konsumen di Indonesia rata-rata pernah mengalami kendala di fase pasca-pembelian pada empat kategori e-commerce. Ini merupakan temuan survei kumparan pada Juli–Agustus 2025, yang melibatkan 800 responden digital-savvy di kota-kota besar di Indonesia. Dari empat tahap pengalaman belanja online (discovery & consideration, checkout & payment, post-purchase & fulfillment, dan after-sales support), tahap post-purchase & fulfillment menjadi titik paling kritis. Pembeli mengeluhkan barang yang tidak sesuai ekspektasi, produk palsu, ongkos kirim yang mahal, barang terlambat tiba, sampai sulitnya melakukan retur atau reschedule. Besarnya kendala di fase pasca-pembelian ini dialami konsumen pada empat kategori e-commerce: marketplace online, online travel agent, supermarket online, dan home & living online. Temuan ini merupakan hasil survei terbaru kumparan, bertajuk "Menuju Industri E-Commerce Berkualitas: Perbaiki Layanan di Fase Rentan Pasca-Pembelian" untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Survei yang dilakukan pada Juli–Agustus 2025 ini, melibatkan 800 responden digital-savvy di kota besar termasuk Jabodetabek, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Semarang, yang dalam tiga bulan terakhir aktif menggunakan platform e-commerce. 📸: Dok. kumparan, Shutterstock/Ilustrasi. Yuk, Jaga Indonesia Lewat Fakta. kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama. #editorial#focus#EcommerceRI#teknosains#svl#ecommerce#belanjaonline#surveikumparan#surveiecommercekumparan#HariPelangganNasional2025#info#beritaterkini#berita#infoterkini#jagaindonesia#bicarafaktalewatberita#kumparan#JagaIndonesiaLewatFakta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar