Search This Blog

Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya
Aug 3rd 2025, 08:53 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Leo Arif Budiman, salah satu fasilitator di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya. Foto dan naskah : Dipta Wahyu
Leo Arif Budiman, salah satu fasilitator di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya. Foto dan naskah : Dipta Wahyu

Upaya Surabaya memantaskan diri menyandang predikat 'Kota Layak Anak' di Ind0nesia bisa dilihat dari beberapa inisiatif. Salah satunya Pemkot Surabaya membangun fasilitas untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Anak Prestasi (RAP). RAP sendiri merupakan sarana pendidikan alternatif untuk warga.

Salah satu fasilitator di RAP adalah Leo Arif Budiman. Leo sehari-hari melatih anak-anak penyandang disabilitas untuk belajar membatik dan seni fotografi.

Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya

Leo bercerita, anak-anak yang 'bersekolah' di RAP memiliki rasa antusias tinggi. "Membatik itu butuh ketenangan dan kesabaran dalam mengikuti irama garis motifnya. Ada beberapa dari mereka kesulitan mencerna itu. Kami bebaskan dahulu dengan teknik dasar melukis sesuai perasaan hatinya atau contoh gambar dari internet dan mengenalkan mereka dengan peralatannya, seperti canting dan lukis," ujarnya.

Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya (1)

Leo optimis program ini bisa mengeksplor kemampuan anak-anak penyandang disabilitas. "Penggalian kreativitas dan motorik masih menjadi kendala saat pendampingan dan itu perlu pendalaman. Berbeda halnya dengan anak bisu tuli mereka lebih kreatif dengan melihat contoh gambar meskipun sering salah mengerti dalam berkomunikasi. Dan anak-anak itu sangat gembira kalau gambarnya sudah jadi kemudian keliling untuk sekedar pamer ke teman atau orang di sekitarnya," imbuhnya.

Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya (2)

Salah satu 'murid' di RPA adalah Muhammad Aqsa, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Jurusan Desain Grafis. Aqsa mengatakan, meski sudah jenjang mahasiswa tapi dia sangat senang mengikuti pelatihan membatik dengan menggunakan kuas lukis. Tingkat kerumitan yang dirasakannya berbeda saat mengerjakan tugas kampus menggunakan computer.

"Saya sudah 1 tahun mengikuti kegiatan disini dan suka untuk membatik, menggambar bunga dengan warna-warna terang, seperti bunga matahari yang indah dan bagus. Di kampus saya juga didampingi oleh dosen membuat gambar atau logo pakai laptop, tapi membatik lebih sulit," ujar mahasiswa tunarungu dan tunawicara ini.

Ruang Berkarya Anak Disabilitas di Rumah Anak Prestasi Surabaya (3)

Selain Aqsa, keberadaan RPA juga dirasakan oleh Susy Rejeki, orang tua Rangga Kartika Putra yang juga mengikuti pelatihan membatik di Rumah Anak Prestasi Nginden Surabaya.

Susy mengatakan, ia senang karena kini putranya bisa konsisten membatik sejak SMA. "Rangga ini tidak pernah mau bolos kelas membatik. Pokoknya merayu untuk datang kalau udah jadwalnya kelas," ujarnya saat menunggu bersama orang tua lainnya. (Dipta Wahyu)

Media files:
01k1pt120t5xvzh9a9ptndpt8v.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar