Search This Blog

Pemprov Lampung Terapkan Sistem Gilir Air Hadapi Dampak Iklim Ekstrem

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemprov Lampung Terapkan Sistem Gilir Air Hadapi Dampak Iklim Ekstrem
Jul 25th 2025, 13:47 by Lampung Geh

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung– Menghadapi kondisi cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan sistem gilir air untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian selama musim kemarau.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan mengatakan, fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir mendorong perlunya pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan efisien.

"Beberapa tahun belakangan ini kita memang mengalami cuaca ekstrem akibat dari perubahan iklim. Jadi, kalau musim hujan airnya banyak sekali hingga bisa menimbulkan banjir, dan kalau kemarau itu sangat kering. Untuk itu, kami sudah melakukan antisipasi," ujar Budi saat diwawancarai Lampung Geh, pada Jumat (25/7).

Ia menjelaskan, langkah antisipatif dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai, instansi sektor pertanian dan instansi lainnya yang tergabung dalam Komisi Irigasi.

Melalui forum tersebut, dilakukan dua kali rapat koordinasi tahunan untuk membahas pola tanam dan menghitung ketersediaan air.

"Kita melakukan sidang rapat koordinasi setiap tahun dua kali. Di situ kita menetapkan rencana pola tanam dan menghitung ketersediaan air," jelasnya.

Setelah data ketersediaan air dihimpun, distribusi air ke petani dilakukan dengan sistem gilir berdasarkan kesepakatan dan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung.

"Distribusi air dilakukan dengan sistem gilir. Sudah ada kesepakatan dan SK Gubernurnya. Kami harap semua pihak disiplin mengikuti itu agar musim kemarau tidak mengganggu panen," katanya.

Selain itu, Budi juga mengatakan, PSDA turut mendorong penerapan pertanian cerdas (smart farming) dengan efisiensi penggunaan air di kalangan petani.

"Kami juga ikut mendorong para petani agar bisa bertanam dengan menghemat air," pungkasnya. (Cha/Put)

Media files:
01k1058m4s0tct5zpys20j0qqj.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar