Search This Blog

Lima Peserta Diksar Mahepel Unila Dipanggil ke Polda, Saksi Dugaan Kekerasan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Lima Peserta Diksar Mahepel Unila Dipanggil ke Polda, Saksi Dugaan Kekerasan
Jun 5th 2025, 14:15 by Lampung Geh

Lima peserta Diksar Mahepel Unila diperiksa sebagai saksi. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Lima peserta Diksar Mahepel Unila diperiksa sebagai saksi. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Lima peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahepel) Universitas Lampung (Unila) jadi saksi kasus meninggalnya Pratama Wijaya Kusuma (20).

korban dugaan kekerasan saat Diksar Mahepel XXVI ada 6 mahasiswa, selain Almarhum Pratama kini lima korban lainnya dimintai keterangan oleh pihak berwenang.

Mereka memberikan kesaksian terkait dugaan kekerasan yang dialami selama kegiatan tersebut, memperkuat tudingan adanya tindakan kekerasan sistemik dalam pelaksanaan Diksar.

Pantuan Lampung Geh, mereka datang dengan didampingi tim kuasa hukumnya. Tak hanya itu, ibu Pratama Wijaya Kusuma juga turut datang ke Mapolda Lampung, kamis (5/6).

Pengacara keluarga korban, Icen Amsterly mengatakan pihaknya mendampingi lima korban sebagai saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa dugaan kekerasan saat Diksar.

"Untuk hari ini pemeriksaan saksi aja terkait tindak pidana kekerasan. Barang bukti hari ini rekam medik dari Rumah Sakit Bintang Amin dan akte kelahiran," katanya.

Pengacara keluarga korban, Icen Amsterly. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
Pengacara keluarga korban, Icen Amsterly. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Menurut Icen, dugaan tindak pidana kekerasan yang dilakukan para senior dan panitia Diksar sangat fatal. Salah satunya, mengakibatkan Fariz (20) mengalami gangguan pendengaran. "Kalau dari keterangan para korban tindakan kekerasan yang dilakukan para senior dan panitia khususnya Mahepel tindak kekerasan mengakibatkan sangat fatal, itu ada pemukulan, penendangan dan ada yang diinjek," sebutnya. Icen menambahkan, saat ini kondisi para korban dalam keadaan sehat. Namun, korban atas nama Fariz mengalami gangguan pendengaran. "Saat ini sehat, 1 atas nama Fariz dia pendengarannya agak berkurang karena terjadi penamparan. Diduga semua peserta dan sama (korban kekerasan)," pungkasnya. (Yul)

Media files:
01jwzenr91przk4zf7n3vg0r95.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar