Search This Blog

Pimred Buka kumparan Halal Forum: Potensi Industri Besar, Juga bagi Nonmuslim

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pimred Buka kumparan Halal Forum: Potensi Industri Besar, Juga bagi Nonmuslim
May 27th 2025, 11:48 by kumparanNEWS

Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad memberikan sambutan pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025).  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad memberikan sambutan pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemimpin Redaksi kumparan, Arifin Asydhad, secara resmi membuka kumparan Halal Forum 2025 di Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Selasa (27/5). Dalam sambutannya, ia menyorot potensi industri halal di dunia yang sangat besar.

"Bahkan dengan semakin diterimanya halal di publik, diksi halal saat ini dilekatkan pada industri dan bisnis. Ada industri halal, pariwisata halal, dan sebagainya. Halal tidak hanya terbatas pada minuman dan makanan, tapi lebih luas daripada itu. Ya semua bidang industri bisa kita kaitkan dengan halal. Bahkan yang kita pakai sekalipun," ujar dia.

"Jadi sangat luas artinya bahwa peluang bisnis di industri halal ini sangat-sangat besar," sambungnya.

Menurutnya, tantangan industri halal tidak hanya menarik perhatian negara dengan mayoritas penduduk muslim saja. Namun, negara-negara nonmuslim juga sudah mulai melirik industri halal.

"Nah yang tertantang untuk masuk industri halal ini ternyata tidak hanya Indonesia atau mungkin negara Timur Tengah yang memang masyarakat Muslimnya besar, tapi negara-negara yang minoritas Muslim melakukan hal yang sama. Ada Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, bahkan negara-negara Eropa, termasuk Swiss," tuturnya.

Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad memberikan sambutan pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025).  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad memberikan sambutan pada kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Berdasarkan data dari Islamic Global Food, transaksi produk halal dunia mencapai Rp 20.600 triliun. Namun sayangnya, dari jumlah tersebut, Indonesia hanya mendapatkan porsi Rp 637 triliun atau 3-4 persen dari transaksi global.

Arifin menjelaskan, kumparan menggagas kumparan Halal Forum 2025 untuk memahami arti di balik diksi 'halal'. Juga agar masyarakat makin memahami luasnya potensi industri halal di Indonesia maupun dunia.

"Termasuk ini bagaimana dalam memberdayakan UMKM-UMKM kita. Langkah-langkah perusahaan-perusahaan besar yang concern dengan produk-produk halal Seperti Unilever, Nestle, kemudian Mayora harus kita apresiasi," ucapnya.

"Karena halal selain untuk melindungi konsumen juga sebagai sebuah investasi jangka panjang. Jadi, nanti di forum ini mereka juga akan sharing bagaimana halal bisa meningkatkan daya saing bisnis mereka dan menguntungkan secara bisnis," tambahnya.

Selain mendengar pandangan pelaku industri, kumparan Halal Forum juga menghadirkan pihak pemerintah sebagai pembentuk regulasi.

"Sementara pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam penyusunan ekosistem. Karena itu juga di forum ini pemerintah akan menyampaikan arah bagaimana industri halal ke depan," jelas Arifin.

"Adanya undang-undang jaminan produk halal dan juga Ditetapkannya BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) sebagai badan yang setingkat menteri, Ini merupakan awal yang baik. Dibukanya kawasan industri halal Itu juga menjadi terobosan yang sangat baik juga untuk pengembangan industri halal," sambungnya.

Suasana kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana kumparan Halal Forum 2025 di Ballroom Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (27/5/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Arifin meyakini, dengan sinergi yang baik antara pelaku usaha, pemerintah, dan konsumen, Indonesia bisa menjadi raja industri halal dunia.

"Dengan ekosistem yang kuat, maka Indonesia sangat berpeluang Menjadi pemimpin industri halal dunia karena Kita sebenarnya juga punya pasar domestik yang besar dan sumber daya yang kaya," tandasnya.

Selain Arifin, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy.

Selain itu ada 4 panel diskusi, yang terdiri dari sebagai berikut:

Panel Discussion 1: "Standards Challenges, and Opportunities"

Panel ini akan dibuka oleh oleh Menteri Pangan Zulkifli Hasan, sebagai keynote speaker. Sementara pembicara dalam panel yang akan dimoderatori Managing Editor kumparan, Gesit Prayogi ini terdiri dari Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal, H. E.A. Chuzaemi Abidin, S.H., M.M; Quality Assurance Manager & Halal Coordinator Unilever Indonesia, Woro Nastiti Utami; dan Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia, Angga A. Adinegoro.

Ada juga brand spotlight dari Switzerland Tourism yang akan diwakili oleh Director Southeast Asia Switzerland Tourism, Batiste Pilet.

Panel Discussion 2: "How Halal is Transforming Global Consumer Trends"

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, akan memberikan keynote speech pada sesi pembuka panel ke-2 kumparan Halal Forum 2025 ini.

Sementara pembicara dalam panel yang akan dimoderatori oleh Managing Editor kumparan, Dhini Hidayati ini terdiri dari Direktur Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia; Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Ir. Putu Rahwidhiyasa, MBA, CIPM; serta Plt Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Didik Joko Pursito.

Panel Discussion 3: "The 'X' Factor to Accelerate Your Halal Certification Process"

Menteri Agama Nasaruddin Umar akan hadir dan memberikan keynote speech pada sesi panel ke-3 ini.

Selanjutnya, pembicara dalam panel yang akan dimoderatori oleh jurnalis kumparan, Laras Kiranasari ini adalah Presiden Direktur LPPOM Ir. Muti Arintawati, M.Si; Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Jaminan Produk Halal UIN Jakarta, Dr. Sandra Hermanto, M.Si; dan Ketua Halal Unit PT Sucofindo, Agus Suryanto.

Panel Discussion 4: "Regulatory Deep Dive: UU Jaminan Produk Halal Foundations, Challenges and Acceleration"

Dalam sesi panel ke-4, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, akan hadir dan memberikan keynote speech.

Pembicara pada sesi panel yang akan dimoderatori oleh CEO Aljazeerah Express, Jodi Salahuddin ini adalah Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi; Ketua Asosiasi Lembaga Pemeriksa Halal Indonesia, Elvina A Rahayu; dan Komite Regulasi Teknis Pangan dan Working Group Advokasi Halal GAPPMI, Reni Kusuma.

kumparan Halal Forum 2025 berkolaborasi dengan PT Nestlé Indonesia, Unilever Indonesia, Le Minerale, Switzerland Tourism, LPH LPPOM, serta PT Sucofindo.

Media & partner: Suara,com, Medcom.id, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Bisnis Muda, Harian Kompas, Katadata, Kaskus, Opini.id, Jak FM, Kis FM, Most Radio, Margalarva & Richeese Factory.

Community partner: Pengusaha Kuliner ID, Friendstar Indonesia, Tangan Di Atas, dan Halal Corner.

Media files:
01jw7y2hdnws0x633n7gtgm4r3.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts