Apr 10th 2025, 13:44, by Aditia Noviansyah, kumparanNEWS
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, 8 April 2025. Foto: REUTERS/Ramadan AbedEnam minggu sejak Israel benar-benar menghentikan semua pasokan untuk 2,3 juta penduduk Jalur Gaza, persediaan makanan selama gencatan senjata di awal tahun hampir habis. Foto: REUTERS/Ramadan AbedDistribusi makanan darurat telah berakhir, toko roti tutup, pasar kosong. Foto: REUTERS/Ramadan AbedProgram Pangan Dunia dulunya menyediakan roti di 25 toko roti di seluruh Jalur Gaza. Semua toko roti tersebut kini tutup. Foto: REUTERS/Ramadan AbedFoto: REUTERS/Ramadan Abed
Enam minggu sejak Israel benar-benar menghentikan semua pasokan untuk 2,3 juta penduduk Jalur Gaza, persediaan makanan selama gencatan senjata di awal tahun hampir habis. Distribusi makanan darurat telah berakhir, semua toko roti tutup, dan pasar kini telah kosong.
Program Pangan Dunia dulunya menyediakan bantuan roti di 25 toko roti di seluruh Jalur Gaza tersebut kini tutup. "Semua persediaan dasar hampir habis," kata Juliette Touma dari UNRWA, badan PBB untuk bantuan Palestina. "Harga komoditas telah meningkat secara eksponensial selama lebih dari satu bulan terakhir sejak otoritas Israel mengepung Jalur Gaza."
Dilansir dari Reuters, Kami selamat dari serangan udara Israel, tetapi setelah kami terbangun tidur, kamu satu keluarga yang beranggotakan 13 orang ini hanya tersisa 1 kaleng kacang merang untuk kami santap." kelaparan berada di dapan mata kami.
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, 8 April 2025. Foto: REUTERS/Ramadan Abed
Tidak ada komentar:
Posting Komentar